Emma mundur selangkah mendengar ucapan Douglas, nafasnya tercekat. Benarkah yang dia dengar tadi, Douglas melamarnya, memintanya untuk menjadi istrinya Emma menatap tak percaya pada Douglas. “Kenapa..? ” tanyanya lirih “Apakah aku harus mengatakannya padamu? ” tatap Douglas lembut Emma memejamkan matanya, kepala nya terlalu pening karena semua kejutan ini “Aku butuh mendengar nya, Douglas.” pinta Emma dengan nada memohon Douglas meraih tangan Emma, mengecup jemarinya dan membimbing gadis itu untuk duduk disalah satu kursi dan Douglas duduk di tepi meja dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Emma “Aku tak tahu apa-apa tentang cinta baby girl. Hidupku selalu di kelilingi wanita, seks dan affair, aku tak memungkirinya. Aku bjingan arogan” Emma menangkupkan tangannya yang lain

