Part 10 Mudik

1309 Words
Setio sudah seminggu di rumah sakit, dan hari ini dia sudah bisa pulang . alhamdulillah ,orang tua setio mulai merubah sikap. Dan sekarang meninggalkan kegiatan sesat mereka ,karena melihat kondisi setio yg parah tempo hari . Hari ini juga kami akan pulang ke rumah karena weekend dan kuliah juga libur. Dengan menaiki mobil radit ,kami pulang bersama sama . dan mobil doni ditinggalkan di kost . Kami pulang sore hari agar sampai rumah tidak terlalu larut. Pukul 22.00 radit sudah mengantarku dan kak arden pulang . setelah sebelumnya mengantar yg lain dulu pulang ke rumah mereka masing masing . " thanks ,dit .." ucap kak arden lalu turun dari mobil . "Yoii..." Aku yg duduk di samping radi pun bersiap akan turun juga . " makasih ya ,dit . aku masuk dulu ya .." " ya udah ,aku balik ya, aii.. Kamu habis ini ,cuci kaki ,cuci tangan trus bobok . oke jelekku yg cantik ?" Ngerti gak maksud dari jelekku yg cantik?? Enggak kan? Sama...? Cup. Dia mencium keningku .sambil membelai pipi ku . " aku pulang dulu ya.." " iya, ati ati di jalan ya . nanti kabarin aku kalau udah sampai rumah ." pintaku . " iya sayang.." Raditpun segera meninggalkan halaman rumah kami . Sampai di dalam rumah , ayah dan bunda belum tidur ternyata . " assalamualaikum.." sapaku . " wa alaikum salam... " Dan aku langsung mendapat pelukan dari ayah dan juga bunda . " makan dulu sana . bunda masak sayur asem , ikan asin sama sambel terasi tuh ." " hah? Waduh jadi laper lagi aku ,bun ." Akhirnya kami berempat makan di meja makan ,lebih tepatnya aku dan kak arden saja . ayah dan bunda hanya mememani kami sambil mengobrol santai . Yah , pertanyaan standar tentang keseharian kami selama disana . Kak arden juga menceritakan tentang setio . Bunda langsung melirikku tajam. "Kenapa bun? Ngeliatin nya segitu amat? " tanyaku . " hmm. Gak papa .." kata bunda sambil menarik nafas panjang . " ah ,boong . kenapa sih bun?" aku sedikit memaksa. Bunda menatap bola mataku agak lama . " nanti bunda minta pakdhe ,biar arkana jagain kamu lagi ." " hah? Eh emang dia kemana sih ,bun ?kirain dia ada terus sama aku?" " enggak , beberapa waktu lalu , dia di tarik eyang lagi . bunda gak tau kenapa . tapi ,kok bunda takut kamu kenapa kenapa di sana . diantara kalian berdua , Aretha yg paling labil. Kamu !!" kata bunda sambil menunjukku . "kadang belum bisa kontrol emosi. Jadi itu yg memudahkan, kamu lebih sering diganggu, daripada Arden ." kata bunda serius sambil menatapku tajam. Dan aku hanya diam saja sambil sok sibuk menyuap makanan ke mulutku . ayah membelai kepalaku sambil tersenyum. Setelah sesi curhat dan makan selesai, kami kembali ke kamar masing masing . Kurapatkan selimut hanya untuk menutupi kaki ku saja . Ku pandangi langit langit . 'Arkana.. Kamu ke mana aja? Pantes kamu gak pernah keliatan lagi . ' Makin lama, aku pun makin terbuai dalam mimpi . Semilir angin membuatku memeluk lenganku sendiri, rasanya enggan untuk meraih selimut. Namun, kurasakan selimut ku berjalan perlahan menutupi tubuhku . Jantungku berdegup lebih kencang , dan dengan cepat aku bangun dan menoleh ke belakangku . Dia tersenyum . "Arkana!?" pekikku . "Pakai selimut aja males !" gumamnya . Aku langsung duduk sambil memeluk boneka teddy milikku . " kamu ke mana aja ? Kata bunda kamu ikut eyang ? Kok lama banget ? Aku nyariin tau . " cecar ku . " bawel banget ya . gak berubah . aku ada urusan kemaren . maaf lama.. Kamu baik baik aja kan ? Jangan bilang kamu cari masalah pas aku gak ada kemaren?" selidiknya. " enak aja cari masalah . masalah yg nyariin aku .." ucapku santai. "Dasar trouble maker." " eh. Kamu tau juga istilah itu ?" "Kamu pikir aku suku pedalaman , aku lebih lama ada di dunia ini ,dari pada kamu .bahasa apapun juga aku bisa tau !!" Aku hanya ngakak mendengar pernyataannya. Baru pernah aku bertemu jin pendamping yg se-asik dia . Dulu aku sering melihat jin pendamping milik pak dhe Yusuf .dan sosoknya mirip pakde ,serius . tenang. Dan agak menyeramkan . Bahkan saat di dekat sosok itu, aku sering bergidik ngeri, sama seperti saat aku berada di dekat pakdhe Yusuf. "Jam berapa nih?" tanya Arkana . " hmm.. Katanya buka suku pedalaman, masa gak tau jam berapa sekarang ?" "Aku punya maksud loh, kenapa nanya jam. " Aku diam sesaat sambil melirik jam dinding . " aku ambil wudhu deh ." Sekarang sudah pukul 02.00 dini hari . seperti biasa ,aku selalu terbangun di jam ini . Setelah sholat malam aku kembali tidur . ======= Adzan subuh baru selesai berkumandang , aku segera berjalan gontai ke kamar mandi untuk mengambil wudhu . Ku rapikan kembali mukena yg baru saja kupakai , dan samar samar aku mendengar suara ramai di luar . " siapa ya?" batinku. Saat aku berjalan keluar, ternyata mbak Alya yg datang . " mba Al!!!" teriakku girang . Langsung ku peluk mba Alya dari belakang yg sedang membantu bunda membuat sarapan . " pagi, Aretha ..." sapa mba Alya sambil membelai kepalaku . " kapan dateng ? Aku kangen" rajukku manja . " belum lama kok, dek . kamu baru bangun ? Gimana kuliah nya ?" " hm.. Gitulah. Capek mba." " sabar ya .. Semangat .." kata mba alya sambil mengepalkan tangan nya ke samping . " oke ,bos .pasti ...!!" " heh!! Peluk peluk segala .. " tiba tiba kak arden muncul . "Ih ,, iri ya... " gurau ku . " apaan sih, Tha ?" elak kak Arden sambil mencomot pisang goreng di meja makan . "Hehehe.. Oh iya, bun !!!" pekikku . "Hmmm..." gumam bunda tanpa menoleh sedikit pun, masih fokus dengan masakan nya. "Tengah malem tadi, Arkana dateng .." aku duduk di kursi di depan kak Arden . "Hah? Serius ?" tanya kak Arden sambil melongo . "Heem.. Serius." " ya udah. Berarti dia udah balik " kata bunda santai . Aku manggut manggut . Kami lalu sarapan bersama sama, lama sekali rasanya tidak merasakan sarapan seperti ini . Biasanya, aku sarapan di kantin bersama Radit. kak Arden sering sibuk, mentok sama kiki . " assalamualaikuuuum" sapa seseorang dari luar . dan tak lama muncullah Radit . " waaaah.. Tambah komplit," kata ayah lalu menyuruh Radit duduk bersama kami . "Radit dititipin ini dari mamah .." kata Radit sambil menyodorkan papper bag ke bunda . " subhanallah.. Makasih ya, Dit. Salam buat mamah ya nanti, eh ,sekalian tanyain, kapan mau makan ke resto lagi ? Udah ada pancake varian baru tuh ." Kapan makan lagi ke resto ? Maksudnya? "emang mamah nya Radit, sering ke resto, bun?" tanyaku . "Lumayan, 3 hari lalu, sama papah Radit juga malah ." " iya, bunda .. Nanti Radit sampaikan ." ucap Radit sambil senyum senyum. Hmmm, makin akrab aja, batinku sambil cekikikan. Selama seharian kami di rumah , untuk ngobrol dan nonton film saja . Dan saat siang hari, mba Alya mengajak kami makan di sebuah cafe, katanya cafe ini sedang booming di kotaku . Karena kami juga lama tidak jalan jalan, akhirnya kami berempat pergi ke cafe itu . Hanya sekitar 15 menit saja ,kami sampai . Dari parkiran, memang terlihat cukup ramai . Tapi entah kenapa, perasaanku tidak nyaman . Mba alya menggandeng kak Arden masuk , Radit juga melakukan hal yg sama padaku . Saat memasuki pintu masuk ,aku mendadak pusing . Bahkan sampai pandanganku gelap . " aiii... Kenapa?" tanya Radit sambil memegang ku, takut aku terjatuh . karena aku agak sedikit terguncang tadi . " duduk dulu yuk .." aja Radit sambil menuntunku ke sebuah kursi kosong . Mbak Alya dan kak Arden juga mendekat dan menanyakan kondisi ku . 'Pergi dari sini!' suara Arkana ada di pikiranku . " kamu gak papa, dek?" tanya mbak Alya . Aku hanya mengangguk menanggapinya . " aku pesenin teh ya ?" ujar mba Alya dan lagi lagi aku mengangguk sambil memegangi kepalaku yg masih terasa berat dengan posisi tetap menunduk. Saat aku mendongak, ku coba melihat sekelilingku . " masya Allah!?" pekikku sambil menutup mulutku . " kenapa ,aii?" " dek, ada apa?" "Aretha?? Kenapa sih?" Aku terus melihat sekitarku, rasanya sungguh ramai sekali . Bukan hanya oleh manusia tetapi juga makhluk astral . Banyak sekali pocong di sini .mereka meludah sembarangan di makanan yg ada di meja makan . " pergi aja yuk. Cari tempat lain ." pintaku dengan nada bergetar . Kak Arden dan Radit saling pandang lalu mereka menatap sekitar kami . " s****n!!" umpat Radit . " eh kenapa?" tanya mba Alya kebingungan. " yuk ,aii. Kita pergi ." ajak Radit lalu meletakan uang ke meja makan untuk teh yg tadi mba Alya pesan, lalu menarik ku keluar dari tempat ini. Akhirnya kami malah makan di warung tenda pinggir jalan . ===== Hidup yg bahagia itu jauh lebih baik dari hidup yg sukses, sebab kesuksesan kita ,orang lain yg menilai ,sedangkan kebahagiaan hidup kita ,pikiran dan hati kita sendiri yg merasakan , Jangan korbankan kebahagiaan diri demi ingin dinilai sukses oleh orang lain.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD