BAB 13

1257 Words

“Tumben kamu pulang cepat?” “Uhm, tadi sakit kepala. Jadi agak bete di kantor.” “Ada masalah?” “Yah, begitulah. Nanti aku cerita.” Arka mendorong troli belanja dengan Kanya berjalan di sampingnya. Mereka berkeliling supermarket yang terletak di lantai basemen apartemen, untuk membeli bahan-bahan masakan. Bisa dikatakan, hampir setiap hari Arka datang ke rumah Kanya untuk makan malam. Tak jarang, menginap. Kehadiran pemuda itu membuat Kanya mau tidak mau memasak makan malam. “Malam ini mau makan kare ayam?” tanya Kanya membolak balik ayam potong di dalam pendingin. “Terserah kamu. Apa yang kamu masak aku makan.” “Dih, gimana kalau nggak enak?” “Gantinya, aku makan kamu.” Perkataan gombal dari Arka membuat pemuda itu terkena cubitan di pinggang. “Kari ayam buat malam ini, besok bik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD