BAB 12

1321 Words

“Setelah apa yang kita lalui tadi malam, tolong jangan menghindariku,” bisik Arka saat melepas Kanya keesokan pagi. Wanita itu pamit untuk mandi karena harus bekerja. “Nggak, tenang aja. Ini Sabtu, aku kerja setengah hari. Mau nonton atau makan nanti malam?” Arka mengangguk tanpa pikir panjang. “Mau, aku jemput ke kantormu, bisa?” “Tentu, nanti aku share lock. Kalau gitu aku nggak bawa mobil.” Keduanya berciuman dengan intens sebelum memisahkan diri di depan pintu. Sepanjang hari, senyum tak lepas dari mulut Kanya. Terutama jika mengingat malam panas yang ia lalui bersama Arka. Terkadang, ia masih tak percaya jika pemuda itu baru pertama kali bercinta dengan perempuan. Memang awalnya sangat kikuk dan ragu-ragu, tapi setelah percintaan kedua, Arka makin mahir melakukannya. Membuat Kan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD