BAB 7

1320 Words

“Arka, stop!” Kanya menggeliat, melepaskan diri dari pelukan Arka, tepat saat pemuda itu sedang menciumi area perutnya. “Ke—kenapa, Kak?” tanya Arka linglung. Ia terlihat seperti orang mabuk. “Aku belum mandi, tadi ketiduran.” “Tapi, wangi kok!” “Hah, penciumanmu rusak! Awas, sana minggir!” “Sumpah, Kak. Wangi.” Tidak memedulikan protes Arka, Kanya menyingkirkan tubuh pemuda itu dan bangkit dari sofa. Ia menarik napas panjang, berusaha menyingkirkan gelenyar yang dirasakan di setiap sel tubuhnya. Sentuhan Arka seperti membangkitkan gairah yang sudah lama terpendam. Ada rasa bingung tapi juga takut secara bersamaan. Ia menatap Arka yang terduduk dengan wajah bingung dan rambut kusut. Entah kenapa justru terlihat menggemaskan. Kanya menggigit bibir bawah, menahan keinginan untuk menu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD