BAB 17

1280 Words

“Arka, akuu—,” Kanya menggeliat, berusaha melepaskan diri tapi Arka memeluk kuat. Tangan pemuda itu dari d**a kini turun ke paha dan menyelinap masuk melalui rok-nya yang pendek. “Kamu tahu, Kanya? Kamu bikin aku marah,” bisik Arka di telinganya. “Apa? Ke—kenapa?” rintih Kanya shock. Ia merasa ketakutan dengan ucapan Arka. “Marah, karena aku merasa tak berdaya saat melihatmu menari bersama laki-laki lain. Aku marah, aku cemburu, dan jika tidak ingat tempat, ingin rasanya membunuh laki-laki itu. Tapi, aku sadar kalau aku nggak ada hak untuk cemburu.” Lidah dan mulut Arka kini bergerak liar menjelajahi leher, cuping telinga, hingga bahu Kanya yang polos. Di saat yang sama, jemarinya menyelinap masuk lebih dalam, membelai intens hingga menyentuh area paling intim. Kanya mengerang saat Ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD