BAB 16

1199 Words

Sasha menuntut penampilan yang berani; seksi, cantik, sekaligus provokatif. Karena lemari pakaiannya hanya berisi gaun-gaun formal yang kaku, Kanya akhirnya menyerah pada sebuah butik mewah. Ia menjatuhkan pilihan pada sehelai gaun merah berbahan satin tanpa lengan yang membungkus lekuk tubuhnya dengan sangat ketat. Kain sutra itu terasa dingin namun menggoda saat bersentuhan dengan kulitnya. Potongan d**a yang sangat rendah mengekspos bagian atas payudaranya secara terang-terangan, sementara ujung gaun itu berakhir jauh di atas lutut, memamerkan tungkai kakinya yang jenjang. Saat menatap pantulan dirinya di cermin, Kanya merasa asing. Ia merasa seperti seorang p*****r yang sengaja bersiap untuk menjajakan diri pada siapa pun yang mampu membayar mahal untuk malam itu. Arka sempat melongo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD