Senyum Pertamanya

1390 Words

Di tepi pantai, El meluruskan kaki, sementara ombak tenang nun jauh di sana. Bas mengikutinya sejak tadi, kini berada di belakangnya seolah mengawasi, takut El melakukan hal-hal bodoh. “Ngapain berdiri di sana?” El ternyata menyadari keberadaannya. “Nunggu saya minta maaf atau ngarep saya bilang makasih?” Bas mendengkus. Tidak bisakah El bicara yang baik-baik? Jadi, dia memutuskan untuk duduk di trotoar yang membatasi pasir pantai dengan jalanan, menemani El dari kejauhan, seperti seorang ayah mengawasi anaknya kala bermain. Tidak mengobrol atau basa-basi, hanya sama-sama berdiam di sana, tahu bahwa mereka ada satu sama lain. “Ealah, El, bosan banget ketemu kamu tiap malam. Apa kamu nggak pernah tidur?” sapa bapak-bapak yang mencangklong jala ikan di bahunya. Sudah waktunya berlayar,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD