Obsesi (1)

1187 Words

Sore sebelumnya, di Jakarta “Cewek di sana, artis bukan sih? Kayak iya, tapi, siapa, ya?” Seorang teman kerja Kamal menunjuk wanita di salah satu meja kafe ini, yang duduk menyilangkan kaki, berkacamata hitam untuk menyembunyikan wajahnya. Sesekali, wanita itu mengamati Kamal dari balik kacamatanya, lalu, ketika Kamal memergokinya, dia akan berpaling berpura-pura melihat-lihat keluar jendela. “Biarkan saja,” respons Kamal, menyeka gelas wine dengan kain lap lalu menggantungnya terbalik di rak yang menempel di langit-langit bar. “Kayaknya, dia ngincar lo. Sampai tahu jadwal lo kerja. Dua hari lo libur, dia nggak muncul sama sekali.” Iya, sebagai gantinya, mobilnya parkir di depan rumah gue seharian, batin Kamal, merahasiakan, karena tidak ingin diledek lagi. Pria berkacamata itu tah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD