Tenggelam dalam Lautan Luka Dalam

1076 Words

“Saya pengen ngomong.” Selesai makan, selagi Marwah ke toilet, El mengajak Kawa berbicara di teras. Kawa mengikutinya, bertanya, “Sekarang, ‘saya-kamu’ lagi? Nggak ada manja-manja kayak dulu?” “Jujur, ngapain kamu ke sini?” El menargetkan maksud kedatangan Kawa, tanpa basa-basi. Persetan dengan semua masa lalu. Tahi betul! “Aku cuma kangen kampung halamanku. Apa salah?” Kawa dengan cara bicaranya yang lembut dan tatapannya yang teduh, mencoba memikat El sekali lagi. Namun, El yang sekarang bukanlah El yang dulu. “Sejak kapan kamu anggap pulau ini kampung halaman? Nggak ada siapa-siapa di sini. Nggak ada papamu atau keluargamu yang lain.” “Tapi, di sini ada kamu, El.” Sekali lagi, Kawa mencoba menawan, tapi, El malah mendecih jijik. Demi sebuah rahasia, dia memohon pada Kawa. “Kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD