Bas X Kawa

1110 Words

Dari pulau yang lebih besar (daerah perkotaan) hingga Pulau Nyiur Sunyi, Kawa tidak menumpangi sampan, melainkan speedboat. Lengkap dengan kacamata hitam, rambut yang indah terembus angin dan kemeja putih oversize yang dua kancing atasnya sengaja dibuka demi memamerkan d**a bidangnya. “Mas ini dari Jakarta?” tanya nakhoda kapal, setelah menelesik penampilan Kawa yang jelas-jelas berbeda dibanding penduduk pulau. Kawa tersenyum, alih-alih menjawab, dia memilih bernostalgia. “Aroma laut dan angin segar ini–kenapa aku tidak pernah merindukannya, ya?” “Loh, ya, wajar, Mas. Apa yang menyenangkan dari pulau terpencil yang nyaris tenggelam?” celetuk nakhoda lagi, padahal Kawa bergumam sendiri, bukan bertanya padanya. Kawa melempar pandangannya jauh ke depan dan menemukan tanda-tanda keberadaa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD