“Bagaimana kau ini?! Kenapa kau sangat ceroboh?” Omel Bu Asri. Wanita berkacamata itu sangat marah hingga lupa bahwa ada banyak tamu di sana. Pasalnya, Nana membawa beberapa piring keramik dan seporsi besar sup daging. Tidak hanya menyebabkan kerugian, tumpahan sup juga melebar ke mana-mana. “Ma.. maafkan saya, bu. Akan segera saya bereskan. Mohon maaf.” Ucap Nana langsung. Ketika Nana hendak membersihkan pecahan-pecahan piring di lantai, ia hampir terjatuh karena tubuhnya oleng saat ia akan berjongkok. “Hati-hati, mba,” Seorang wanita paruh baya berhijab memegangi lengan Nana. Itu adalah tamu yang tadi sempat mengajak Nana berbicara. Ia tidak tahan lagi melihat kondisi Nana, dan kecelakaan ini adalah batas kesabarannya. “Maaf, bu. Tidak seharusnya ibu berbicara kasar seperti itu. Pe

