Sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit, Nana mengangguk. Udara luar terasa dingin, namun keringat bercucuran membasahi tubuhnya. “Tidak apa, Pak. Tolong segera antar saya ke rumah sakit. Saya tidak kuat lagi,” Terburu-buru, sepasang suami istri itu membantu Nana masuk ke dalam becak motor. Kemudian, pria tua itu segera menyalakan mesinnya, lalu melaju di jalan besar dan kosong itu. “Ugh.. Sakit sekali,” Keluh Nana seraya terus memegangi perutnya dan tangannya mencengkram besi rangka becak yang ia duduki. Kontraksinya timbul semakin sering dengan rasa sakit yang semakin parah. Dengan sisa tenaganya, Nana kembali berusaha menghubungi Pak Suhardi dan Bu Lastri, namun nomor mereka masih tidak dapat dihubungi. “Ya Tuhan..” Gumam Nana sambil meringis dengan air mata sudah mengge

