PART 10|SEJARAH SOSOK MAHLUK MISTERIUS
“Bagaimana cerita petualangan kalian hari ini? Ucap Raja Peter dan Ratu Lucy serempak, lekas melihat Avril dan yang lainnya muncul dan mulai duduk bergabung bersama Raja Peter. “Tunggu apa kalian sudah membersihkan diri? Lantas Ratu Lucy memotong pembicaraan Raja Peter.
“Biasa, bu. Tapi sangat seru, menantang,dan mambuat diri semakin berani! Wajah Avril yang tadinya agak lesu kembali ceria. “Maksud Ibu,apa kalian sudah mandi atau semacam nya? Ratu Lucy kini menatap tajam Avril. “Yeah..tentu, kami sudah mandi lekas pulang tadi! Ucap Avril serius.
“Apa yang kalian temui tadi di air terjun itu? Apa kalian menemui sosok mahluk aneh itu? Kini wajah Ratu Lucy berubah menjadi sinis di sambut tawa iseng nya. Seketika Avril,Skan.Visel, dan Tomy mulai saling tatapan dan bengong. “Hm..?? Apa kalian melihatnya? Tanya Ratu Lucy ke dua kalinya.
“Dari mana Ibu tau soal itu? Apa ibu pernah pergi ke sana? Lantas Avril bertanya dengan heran. “Kenapa tidak? Dulu ketika Ibu semasa mu,Ibu pernah pergi kesana’ dan pernah di serang sosok misteri itu! Syukur Peter’ayahmu datang menyelamatkan ku! Ratu Lucy sedikit mengibaskan senyum dibibirnya yang tipis.
“Avril tadi sudah membunuhnya’ketika mahluk mastrius itu datang ingin mengahantam kami. Kami melihat Avril melawan mahluk aneh itu dengan ke-dua benda emas yang ada dilengannya.Dia tadi sangat elegan melakukannya,dengan spontan saat air terjun itu menyelubungi nya dan bersinar! Tomy menoleh ke arah Avril dengan wajah mempesona.
“Really? Apa kau sudah mengambil kalung nya dan mencampakkan nya ke air terjun yang memberi sinar kepada Avril? Lagi-lagi Ratu Lucy bertanya dengan santai dan dengan ekspresi tanpa senyum di bibir nya. Menganggap akan hal itu dengan biasa.
Avril mengangguk pelan dan menatap bengong ke arah Peter sang ayah, sembari mulai menyantap sebatang roti gandum nya yang berbentuk balok dengan perlahan.”Apa Ibu tau tentang wilayah itu? Kenapa sebelum kami pergi’Ibu tidak menceritakan nya kepada kami? Avril menoleh ke arah Lucy.
Sejenak suasana terasa lengang dan sensasi yang tajam mulai terasa. Suara derikan serangga yang sudah menjadi formalitas di malam hari terdengar semakin lama semakin tajam dan semakin nyaring bagaikan paduan suara. Sesekali suara siulan burung kecil terdengar dan di akhirnya di ikuti oleh suara burung hantu yang sangat misteri.
“Ibu berhenti melarang mu’saat Ayah mu melarang ku. Dan saat itu Ibu juga sadar hanya kaulah yang bisa membebaskan wilayah hutan setelah Kota Lios. Dulu semua orang bersekutu untuk melawan mahluk misteri itu tapi sebagian jatuh terlelap mati dan saat melihat nya sebagian lagi kabur ketakutan. Mulai saat itu hutan di kota Lios terkenal sangat berbahaya dan tidak ada lagi yang berani pergi ke sana!
“Menurut sejarah yang tertulis di sanskerta kuno, peninggalan Ratu Zahra. Sosok mahluk misterius itu berawal dari adanya kerusushan dan ketidak adilan bagi pemerintahan setelah Raja Joy yang sudah di ramalkan sebelumnya. Itu lah sebabnya kenapa Raja Thour Ayahku tidak membiarkan peninggalan yang di berikan kepada anak ke-dua lekas dia tau Cisen adalah anak ke-dua.
Saat itu pada malam hari’ saat itulah waktu bulan mati, semuanya gelap dan remang. Dari Kerajaan ini kami mendengar auman yang sangat keras dari arah kota Lios. Kami mengira itu adalah hewan. Tapi saat kami melihat kembali sejarah kuno ternyata itulah sebabnya jika Cisen yang sudah memegang sebagian pemberian itu! Jelas Raja Peter menoleh ke arah atas.
“Jadi, air terjun yang berada dekat hutan itu yang kalain jalani, harus dibebaskan dengan kalung mnster itu yang selama ini menjadi tempat nya mandi. Air juga tidak mau seseorang memakai air nya jika bermaksud jahat dan orang itu memiliki hati yang jahat! Aku ber firasat seperti itu dulu dan memang begitulah nyatanya. Ratu Lucy menatap makanan nya.
“Jadi, apa Cisen itu memang benar-benar orang yang durhaka dan jahat yang berniat menguasai seluruh Kerajaan ini? Bagaimana kalau dia membuatkan seluruh orang dan dan cara melawannya nanti di butakan? Mustahil jika kalian mempercayakan kesempatan itu kepadaku! Avril mulai gelisah.
“Apa kau boleh tidak membahasnya sekarang kan’ Avril? Lebih baik sekarang kalian istirahat setelah siap makan. Perintah Ratu Lucy, yang sudah bergegas meninggalkan meja makan. Visel,Skan, dan Tomy menangguk pelan dan juga meninggalkan meja makan. Kini hanya tersisa Avril dan Raja Peter.
“Avril’ Ayah ingin menunjukkan sesuatu padamu. Peter bergegas meninggalkan meja makan yang di susul Avril menuju menara paling tinggi di kerajaan tempat yang sering di kunjungi Avril saat dia merasa bosan, dan belum bisa tidur. Sesampai di menara itu’ Peter membuka sebuah ruanagn yang di segel oleh tembok. Peter mengambil sebuah gulungan kertas berupa buku. Bedanya kertas ini terlalu kecil dan hanya terdiri dua lembar.
“....? Eh,aku tidak menyangka teryata di sini juga ada bangunan! Ketus Avril sedikit menoleh ke arah gulungan kertas. “Tentu,semua bangunan yang paling rahasia disini semuanay di segel hingga tidak terlalu diketahui. Dan juga di buat dengan normal sesuai tembok atau lantai dan hanya orang tertentu yang tau akan hal itu. Semua bangunan yang disegel atau termasuk tempat rahasia di bangun atau di dirikan oleh Ratu Juliet! Peter sedikit menjelaskan.
Avril membulatkan mulutnya membentuk vokal “O”. Jadi apa aku bisa membuka segelannya? Bagaimana caranya? Avril bertanya antusias dan sedikit menatap ayahnya.
“Of, course..! Itu terbuka untuk seluruh keturunan kerajaan Calfor! Ekspresi Peter sedikit aneh dan nadanya sedikit meninggi. Itulah wajah khasnya. “Dan jika kau telak ingin bertarung melawan cIsen di kemudian hari’ terlebih kau harus membaca gulungan ini! Dan kauharus meminta saran Ratu Juliet yang hendak ingin kau temui di ruangan rahasia’ paham? Lagi-lagi Peter mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum. Avril mengangguk dan pamit saat matanya sudah berat menahan kantukan.
Avril masuk ke kamarnya dan terlelap di ranjang yang empuk tidak seperti dulu sewaktu dia berada di rumah tua yang terletak di tengah hutan sementara Peter juga menyusul ke kamarnya.
Sesampai di kamar meski telah membaringkan tubuh, Avril masih terbelalak dengan penjelasan ayah dan ibunya yang baru kini di dengar olehnya.tidak henti-henti nya Avril selalu memikirkan masalah itu. Selalu ada insiden yang tidak beres dalam pemikirannya. Dia tidak terlalu sepele seperti ke-dua saudaranya. Meski akhirnya’ dia belum bisa mendapat petunjuk yang sah dan Avril pun terlelap.