PART 9 |SENSASI KEHIDUPAN.
Suara benda-benda yang lagi di tempa terdengar dengan sangat keras.”iho,Skan dimana Sel? Avril bertanya mendongak kesana-kemari. “Hmmm..mana tau!Skan tadi belum bangun! Timpal Visel dan mulai duduk di kursi yang berada di depan meja makan, dan Avril pun menyusul ikut duduk.
“Aku disini’ada yang mencari ku? Skan akhirnya muncul dari belakang Avril dengan cool dan gaya alay nya.”Aku yang mencari mu! Balas Avril cepat.“Ada apa? Lantas Skan bertanya balik.
“Hmm..eh..begini aku ingin mengajak kalian berpetualang ke air terjun yang ada di kota Lios’kalian mau ikut? Tawar Avril.
“Berpetualang? Air terjun? Itu sangat pas dengan selera ku! Tentu saja aku akan ikut! Visel dengan heboh dan riang memastikan bahwa dia ikut .Sementara Skan ikut mengangguk.
“Ayo makan’hei! Ratu Lucy segera duduk di kurinya begitu juga dengan Raja Peter dan Tomy. “Ehh...iya! Jawab Avril dan juga Visel dan segera duduk rapi. “Kita harus segera cepat Tomy’kita harus segera mengurusi masalah nanti! Alat s*****a harus dengan cepat di buat! Lantas Raja Peter membuka pembicaraan, dan mulai menghantam makanan roti yang tinggal di piringnya.Tomy mengangguk pelan dan melanjutkan memakan makannya lagi.
“Apa s*****a kita itu belum cukup’sayang? Berapa ribu lagi yang harus di buat oleh desa pandai besi? Ratu Lucy bertanya.”Kira-kira lima ribu lagi. Dan itu pun akan terbuat dari baja cron. Dan yang lainnya terbuat dari perak yang bi amengeluarkan bongkahan batu api! Jelas Raja Peter.
“Bisa kah kami nanti pergi? Avril mulai bertanya. “Hmm...pergi kemana’sayang? Ku harap kalian bukan ke hutan! Timpal Raja Peter.”Kami hanya bertualang, ke air terjun yang berada di kota Lios,pagi ini. UCAp Avril.
“Tapi di sana sangat berbahaya sayang,bagaimana kalau kalian terkena sesuatau’seperti hewan buas atau sebagainya? Seorang putri tidak di izinkan berkeliaran atau bertualang di kota ini! Jawab Ratu LUcy terkekeh.”Tapi..tapi..kami kan bisa menjaga diri dengan baik,kami sudah sering bertualang dulu’jadi mohon Bu izinkan kami! Avril mendesak.
“Tidak..Ibu kan sudah bilang di luar sana sangat berbahaya, jika kau mati siapa yang akan menjadi pewaris sah Kerajaan ini? Kali ini Ratu Lucy mulai menggikan suaranya. “Hal buruknya’ jika seorang putri tidak di biarkan berlatih bertualang’bagaimana bisa dia akan melawan Cisen kelak? Biarkan saja dia pergi’sayang! Tomy yang akan mendampingi mereka. Soal urusan alat perang’biar saja ‘Tog’ yang mengurusi nya! Ucap Raja Peter menyela Pembicaraan Ratu Lucy.
“Baiklah.....tapi jika ada sesuatu yang terjadi kepada Avril’ kau yang akan tanggung jawab atas resiko nya! Ucap Ratu Lucy dan menoleh kearah Avril. “Baiklah..kalian bisa pergi’dan Tomy yang akan menemani kalian’jika ada sesuatu yang membahayakan kalian”Tomy kau akan memnyuruh nya agar pulang’paham? Raja Peter mulai bangkit dan menyuruh Avril agar mengikutinya sedangkan Skan,Visel,Tomy mulai berkemas. Ratu Lucy menyusul Suaminya.
Tiba di kamar Avril’Raja Peter dan Ratu Lucy menyuruh agar masuk dan duduk di ranjang.” Avril’putriku ayah ingin agar kau nanti tetap selamat sampai pulang kemari. Ayah akan memberikan ini kepada mu’ dan jika ada sesuatu kau bisa menggunaknnya! Peter mulai memberikan kepada Avril dua buah lengan yang terbuat dari emas. “Ingat’kau tidak boleh ,menggunakannya jika tidak diperlukan. Karena bisa-bisa saja kau mencelakakan nyawa ribuan orang! Ratu Lucy memperingatkan nya kepada Avril.
“Kau hanya perlu menyatukan ke-dua lenganmu membentuk silang’nmaun ingat juga kekuatan ini tidak bisa di curi dan jangan berikan kepada orang lain. Selain lengan ini masih ada, benda yang akan diwariskan kelak kepada mu nanti! Dan sekarang pergilah’ gunakan baju putrimu yang berwarna emas’dan ikat rambutmu! Perintah Ratu Lucy sedangkan Raja Peter mulai bergegas keluar untuk memantau semua pekerjaan alat perang. Avril mengangguk dan mulai memilih kain nya dan berganti di sebuah ruangan yang kecil.
“Apa kau sudah siap? Kemari biar Ibu yang memasangkan benda ini kepada mu! Ucap Ratu Lucy dan memasangkan benda lengan emas itu kepada Avril dan segera menyuruh nya agar pergi menemui Visel dan yang lainnya yang berada di ruang makan.
****
“Baiklah’ apa kalian sudah membawa makan siang kita? Kita tidak mungkin pergi tanpa membawa perbekalan. Avril menoleh ke arah Visel yang sudah naik ke kuda masing-masing dan tinggal hanya kuda berwarna putih yang menjadi kuda Avril belum memiliki tuan nya. Skan dan Tomy mengangguk. “Bagus,baiklah kalau begitu ayo kita berangkat! Avril naik ke kudanya dan yang menjadi pemimpin adalah Tomy.
Drapppp.....drappp....drapp...drap..........
Kuda itu berlalu meninggalkan istana dengan cepat menuju desa Lios yang terkenal ramai dan ramah. “Seberapa jauh jarak kota itu Tomy? Skan membuka pembicaraan. “Hmm..sekitar dua kilometer! Ucap Tomy. “ Kapan kau pernah melihat air terjun nya’Vril? Visel mulai menyejajarkan kudanya kepada Avril.
“ Tadi malam dari menara tinggi di kerajaan’saat aku tidak bisa tidur! Jawab Avril singkat. “Oh..ya? Lantas Skan menjawab mendahului Visel. “Ayolah...kita harus cepat sampai di sana agar bis apulang sebelum hari gelap’disana banyak binatang buas dan sebagainya! Tegor Tomy dari depan yang menjadi komandan memimpin pasukan. Yang lainnya mengangguk dan melajukan kecepatan kuda masing-masing dengan cepat sesuai perintah Alpha sementara.
Sebelum tempat air terjun yang berada di kota Lios, terdapat sedikit pemukiman rakyat ‘rumahnya rapat-rapat dan sisanya terdapat banyak lembah, jurang yang dalam, bukit, sungai dan akhirnya terdapat air terjun yang menjadi tempat tujuan kami.
Waaawwwwwwwww.....wow..ihhhhaaa
Visel segera turun dari kudanya dan menambatkan nya di sebuah pohon besar yang memilliki rumput segar, begitu juga dengan Tomy, Skan dan Avril. “Aku tidak menyangka ada air terjun di kota ini’yang sangat indah! Visel masih terkagum-kagum lekas itu dia masuk merendamkan kaki nya yang panas akibat panas matahari. Sementara itu Avril mulai menjelejahi hutan di sekitarnya’namun langkahnya terhentikan karena Tomy segera menyergah nya akibat hutan itu terlalu berbahaya.
Akhirnya Avril mendekati air yang sedang di tempati Visel yang lagi merendam kakinya dan duduk di antara bebatuan.” Bagaimana kondisi airnya’Sel? Sapa Avril dan mulai meluruskan kakinya di bebatuan dan memasukkan kakinya ke dalam air yang sangat segar.”Hahh.....air disini sangat segar dan aku sangat menyukainya! Ucap Visel kepo.
“Eh..ngomong-omong Skan dimana? Tanya Avril kepada Tomy yang duduk di samping Avril. “Hei..siapa yang mencariku aku ada di sini! Skan segera berteriak dan berlari kecil-kecil mendekati Avril. “Ohh...baiklah kita harus menjaga diri jangan terlalu ceroboh terhadap hutan ini! Ucap Tomy. “Apa kita belum bisa makan? Aku sudah lapar! Visel sedikit menoleh ke arah perbekalan.
“Tapi kita kan masih baru sampai, kau selalu saja begitu! Tapi baiklah jika salah satu di antara kita sudah lapar’lebih baik kita segera makan! Tomy mulai menuju tempat perbekalan yang di letakkan di bawah pohon besar. Dan mulai membagikan roti gandum sesuai jatah masing-masing. Lekas semuanya menyusul tomy dan mulai memakan perbekalan dengan lahap.
Tidak terasa piring yang tadinya di isi roti, telah lenyap di makan setiap pemilik nya, Visel mulai bersandar di pohon, Skan mulai terlelap dan Tomy memberikan para kuda minum. Tanpa kesadaran dari arah jauh, dari hutan yang tadinya tertunda ingin dijalani Avril kini mulai terlihat sebuah,atau seseorang,atau seekor yang sangat seram bertubuh besar berwarna hitam. Sosok itu perlahan dengan lambat mulai mendekati pohon besar yang menjadi tempat peristirahatan Avril dan yang lainnya. Dengan lamat-lamat sosok itu muali terlihat jelas.
Avril dengan tersendat menelan ludah dan segera membangunkan Skan dan Visel dengan suara pelan. “Skan..Visel...cepat bangun jangan buang-buang waktu lagi atau kalian akan mati di kena terkam! Suara Avril yang gemetar segera membuat Visel dan Skan bengun dan bertanya bingung. “Tomy..cepat kemari ada sosok yang mengerikan mulai mendekati tempat kita ini! Suara Avril juga segera membuat Tomy menghampirinya dan semuanya melihat arah dimana Avril menunjukkan nya dengan tangan bergetar dan memejamkan matanya dan membuka nya lagi.
“Apa itu? Visel ketakutan.”Cepat bawa semua perlengkapan ayo kita pulang! Tomy dengan cepat melepaskan kuda dan membantu Avril naik ke kudanya dan juga Skan. Visel sudah terlebih dulu naik ke kudanya lekas membawa semua perlengkapan. Jetika mendadak hendak pergi, sosok itu telah melompat ke depan kami dan ingin menyerang kami’ternyata itu adalah seseorang yang sangat besar, sinis. Tidak ada lagi pilihan kecuali melawannya. Tomy segera tuurn dari kudanya denagn tombak dan pedang yang dia bawa.
Dan ketika sosok itu menyerang dengan sigap tomy menancapkan tommbaknya, tapi itu tidak membuat mahluk aneh itu jera. “Ayo, Skan..Visel cepat turun dari kuda masing-masing dan buat perlindunagn dengan segera dan kita harus menolong Tomy! Avril kini sudah samapi di tanah dan ingin menghampiri mahluk aneh itu.
Mereka telah bergantian menyerang,hasilnya sama saja. Tapi yang paling penting, Tomy sudah selamat. Hanya Avril yang masih tetap melawan mahluk itu dengan panah,pedang,tombak Tomy tapi hasilnya tetap saja. Kini Avril meluncurkan peluru pistolnya ke mahluk aneh itu dan mengenai dadanya. Mahluk itu meraung kesakitan dan dengan cepat melempar tubuh Avril ke air terjun itu. Nyaris Visel menahan teriakannya. Avril teriak dan ingin bangkit namun luka itu cukup parah.
“Sialan...dia masih terus menatapku,apa aku harus tetap bungkam di temapt dan membiarkan mahluk aneh itu tetap menyerang hingga pada akhirnya melenyapkan kami satu per satu. Atau apakah mahluk aneh ini akan datang ke kerajaan? Apa yang harus ku lakukan? Kaki ku sakit dan tidak tahan berdiri. Gumam Avril dan menjeri kesakitan. Tanpa di sadarkan air terjun dan segala air yang membungkus tubuh Avril bersinar dan tubuh Avril dilingkari oleh cahaya itu.
Tomy, Skan,Visel bahkan mahluk itu heran melihat nya. “Hai..putri Avril Yang mulia aku tau persisi keadaan mu. Tapi kau tidak bisa menyerah melawannya biarkan aku menyembuhkan semua luka mu, dan jangan lupa kau harus melawannya dengan lengan emas yang diberikan kepadamu. Mahluk itu sangat berbahaya dan lekas kau sembuh cepat singkirkan dia ! jika mahluk itu sudah mati kau harus menghampirinya dan cepat ambil kalungnya, lemparkan ke dalam air ini’jangan sempat kau memengangnya dengan lama’mahluk itu bisa membunuhmu! Air itu berkata denagn suara lembut dan suaranya cukup hanya bisa di dengar Avril.
Tubuh Avril mulai baikan,seluruh cahaya yang tadinya melingkarinya kini telah hilang. Avril bangkit ke daratan dan menantang mahluk itu unutuk bertarung. Melihat Avril yang sudah sembuh mahluk aneh itu meraung kemarahan dan melompat ke arah Avril belum sempat sosok itu melakukan pukulan, Avril berteriak dan segera menyatukan ke-dua lengan emas nya. Seketika semuanya bersinar’mahluk aneh itu yang tepat terkena pukulan cahaya itu dengan kekuatan yang tak terkira, dia segera ambruk ke tanah setelah meraung kesakitan yang lama.
Dengan cepat dan tanpa di tunggu setelah mahluk itu mati’ Avril mendekatinya dan mencopotkan kalung yang ada di lehernya dan melemparnya ke air terjun. “Trimakasih putri’ kau telah membebaskan kutukan hutan ini..kehormatanku akan lebih tinggi dari siapapun! Sekarang lebih baik kalian meninggalkan hutan ini.Air itu berbicara. Avril mengangguk sementara yang lainnya kebingungan. “ Ayo,kita harus pulang ke rumah lebih baik saja kita cepat meninggalkan hutan ini! Avril naik ke kudanya.
“Kekuatan apa itu tadi’Vril? Tomy bertanya dengan heboh. “Iya,,benar aku belum pernah kau menggunkannya’aku sangat mempesona melihatnya bahkan air berbiacra padamu. Tapi syukur kau menggunkannya tadi, kalau tidak kita akan mati di telan mahluk aneh itu bulat-bulat. Ucap Visel dan Skan terkagum. Avril mengangguk senyum.
“Tapi mahluk itu aneh sekali’apa kalungnya itu yang kau buang ke air itu Vril? Tanya Tomy. “Benar...air itu tadi berbicara kepada ku,bahkan dia yang menyembuhkan aku! Ucap Avril.”Oh..ya? Tomy mulai bergegas memungut semua perbekalan yang berserakan.
Hari semakin gelap, tidak terasa ketika tadinya bertarung melawan si sosok mahluk aneh itu. Derikan serangga terdengar, hutan semakin gelap, bulan mulai muncul.”Lebih baik kita membahas itu di kerajaan’tidak baik bagi kita untuk lama-lama di hutan seperti ini! Nasehat Avril dan mulai naik ke kudanya. Tomy,Skan, dan Visel mengangguk sembari naik ke kuda masing masing. Mereka pun berlalu melesat cepat di antara semak-semak kembali menuju istana Calfor dengan cepat. Melalui jalan bebatuan dan remang,namun sedikit terbantu oleh cahaya bulan yang terang.