PART 17|PENGHIANATAN.
Suara kicauan burung semakin merdu.
perlahan matahari yang tadinya masih bersembunyi di balik awan, keluar memancarkan sinar matahari pagi hari.Lamat-lamat suara gemercikan air terdengar keras mengalir dari arah kota Lios.
Bulan yang tadinya bersinar, bergantian matahari. Suara pelayan istana kini semakin ramai sembari melakukan kegiatan masing-masing.
" Hei, Sel! Tumben lama bangun nih' bocah! sindir Avril disambut tawaan Skan yang seru. Tomy sembari duduk di kursi makan disusul Visel yang menguap lebar.
" Kalau mau nguap di sana toh, jangan disini dekat makanan, virus Sel,virus! Skan memukul dengan halus tangan Visel yang tadi nya melebar. Visel menjulurkan lidahnya dan duduk di sebelah Avril.
" Omong-omong raja Peter dan ratu Lucy dimana? Lantas Tomy berbicara dan muncul dua orang yang mulai mendekati meja makan dan pastinya tidak lain dari raja dan ratu.
" Sana, lihat gak? Visel menyela pembicaraan Tomy dengan kasar.
" Tumben,kali ini Visel benar- benar cerewet kan? Avril berbisik dan Skan mendongakkan telinga nya.
" Ayo makan, ratu Lucy mulai meraih roti dan s**u di depan meja menyusul raja Peter. Yang lainnya telah sibuk menghantam makanan yang menjadi prioritas bagi kerajaan.
Tidak terbenam satu jam,semua makanan di meja dengan porsi masing-masing telah lenyap meninggalkan suara lentangan sendok Visel.
" Yang makan itu, cepat Sel dan biasakan disiplin! Tegor Tomy dengan suara pelan menghiraukan yang lain. Visel mengangkat bahu tetap tidak mau tau. Skan yang tau hal apa sedang di bicarakan menggeram pelan gigi terkatub rapat menahan emosi kepada Visel adik perempuan nya yang sangat keras kepala.
" Visel, biasakan mendengar nasehat dari orang yang lebih besar dari mu. Agar kau bisa menjadi orang yang sukses dan disiplin di kemudian hari! Jangan menjadi 'sampah masyarakat' kau harus menghilangkan rasa egoisme mu yang bisa mengancurkan masa depan mu! Ratu Lucy menatap Visel menasehati nya.
Visel mengangguk tanda paham nya dan sedikit minder akibat semua orang yang berada disekitarnya menatap tajam dirinya.Terutama Skan.
" Sudah, semuanya Jangan terlalu menatap Visel. Dia akan berubah kelak dia mengerti dengan semua perlakuan nya! Tegor Peter dan sekejap mata semuanya kembali seperti semula menatap bungkam meja makan.
***
" Kapan kau akan mau melaksanakan perintah ku Hendon? Sia-sia saja bukan? Jika kau selalu bergabung dengan orang b******k seperti orang sana? Cisen dengan lantangnya mengarahkan jari telunjuknya ke arah Sherry dan yang lainnya dengan tubuh lemas dan terikat.
Hendon bungkam, mengabaikan ucapan Cisen. Kemudian menggeleng.
"Apanya yang tidak mau'hah? Dasar b******k. Lantang Cisen menatap tajam Hendon dengan tajam tanpa berkedip.
" Jujur saja! Aku sangat muak dengan remehan dan ocehan mu Cisen. Semuanya kau paksa agar menuruti perintahmu. Rasa emosional mu sangat tinggi! Bantah Hendon.
" Aku sangat mengharapkan mu agar cepat pulih dari ikatan sihirmu, justru kau malah semakin memperkeruh suasana hatiku! Kau selalu saja menyebalakan'Hen! Sekarang kita mumpung berbicara hanya dengan empat mata.
Hendon berpikir sejenak. Pikirannya berubah dari yang sebelumnya, perlahan dia mulai terlena membuka mulutnya hendak berbicara." Baiklah aku akan menjadi sekutu mu dan aku akan melaksanakan perintahmu'My lord' ! Cisen nyengir lebar saat mendengar keputusan Hendon.
" Bagus, ternyata kau juga meninggalkan manusia bodoh itu! Hendon mengangguk. Merasa dirinya terlalu sering disiksa sehingga tidak peka terhadap sekitar nya.Juan mulai membuka matanya, terkejut melihat Cisen dan Hendon kini mulai berjabat tangan disambut tawaan masing-masing. Dia berusaha membangunkan salah satu temannya namun sia saja. Juan tidak menghasilkan suara sekecil apapun,bisu.
" Baik, sekarang misi apa yang harus kita lakukan tuan? Hendon sedikit membelah keheningan menatap Cisen yang masih duduk di kursi emas nya.Cisen balas menatap balik.
"Mhmmm, sekarang aku belum memberikan mu perintah! Tiba saatnya aku akan memanggil mu. Cisen memperingatkan Hendon yang bergegas menuju tempat lain. Cisen senyum penuh kesenangan berhasil merayu pelan Hendon.
Senyuman Cisen tiba- tiba berubah penuh arti. Yah' apalagi jika bukan senyum isengnya menatap seketika Juan yang sudah bangun.
" Apa kau melihatnya heh' Juan bocah ingusan? Bentak Cisen antusias Juan menatap balik Cisen. Disusul Gin yang mulai siuman dari letihnya." Apa yang sedang terjadi? Gin menoleh ke Juan yang sedikit kecewa.
Lama-kelamaan Albarn dan Sherry juga mulai siuman. Dimana Hendon? Mereka berbicara tanpa suara namun mereka bisa juga mengartikan demi vokal berbicara.Sherry sangat marah besar dan sedikit iba dengan Hendon yang mau menerima ajakan,terinovasi, dan perintah Cisen orang tamak.
" Dasar orang yang menyebalkan, setiap ada kericuhan semua pendirian tidak pernah kokoh! Juan meringkus kesal menatap dengan tatapan kosong.
" Aku sudah tak tahan lagi tertahan disini! Teriak Sherry dengan parau dan Juan terisak. Hendon perlahan mendekati mereka .Menghilangkan magic nya dan Juan pertama jatuh ke lantai bersama yang lainnya.
" Heh' sakit tau! Kenapa kau menjatuhkan kami secara mendadak seperti itu?Juan mengerang menahan sakit,menyadiskan tatapannya,sembari bangkit menolong teman-temannya untuk berdiri. Mereka membersihkan memukul-mukul bajunya yang kotor. Cisen melihatnya senang,bungkam.
" Aku tidak menyangka kalian bisa bangun secepat itu! Iseng Cisen disambut tawa misterinya. Lelaki dengan mahkota raja itu menatap s***s ke arah Sherry.
Juan semakin geram, tatapannya seolah ingin menguliti pria paruh baya itu dengan lamat-lamat." Tatapan mu nak. Kau kira aku akan takut takut dengan tatapan yang kau jelekkan itu? Wahai mahluk bumi, sekalipun aku menatap singa aku tjdak takut! Pria paruh baya itu lagi-lagi iseng.
" Siapa bilang orang yang menatap mu jadi takut? Aneh ! gerutu Juan yang sedang mengamuk. Cisen tetap memandangi mereka satu per satu tanpa berkesudahan.
" Bagaimana rasanya? Cisen bertanya dengan ekspresi tanpa senyum. " Rasa apanya? Apa kau sudah gila? Apa kau kebanyakan merasuki dan merayu orang agar mau menuruti perintahku? Lantas Juan cepat memotong ucapan Cisen.
"Wahai mahluk bumi. Jaga kesopanan mu dengan siapa kau berbicara anak muda! Pria baya itu tetap membawa santai.
***
Malam semakin larut, menyisakan suara kerincingan cecak yang asyik menggerpak-gerpakkan mangsanya Sampai tewas. Kerajaan Calfor kini mulai sunyi, semuanya beranjak beristirahat kecuali para penjaga yang secara bergantian menjalankan tugas masing-masing. Bulan purnama mulai ditutup awan tebal berkabut. Rasi bintang yang tadinya berpancaran juga mulai tertutupi.
Suasana di setiap ruangan lengang menyisakan suara dengkuran yang ribut dan garing. Avril terlelap di kamarnya yang tidak jauh dari kamar Visel. Waktu terus berjalan, sementara tanpa disadari telah banyak masalah-masalah yang segera perlu ditindak akbiat kecerobohan,kesombongan,penghianatan setiap karakteristik.