PART 14|BANGUNAN CAIRAN PARVEL
“Apa kerajaan itu masih jauh? Kaki ku sangat pegal dan aku sangat letih tidak istirahat. Morgan berusaha menetralkan intonasinya saat berbicara kepada Ellie.
Ellie menatap sekilas Morgan dengan s***s dan tidak menjawab nya. “ Ohh, ayolah! Berapa lama lagi agar kita sampai ke sana ? Morgan cemberut mengomel saat Ellie tidak menjawab pertanyaan nya.
Ellie menghentikan jalan nya menoleh ke arah Morgan sembari memberikan semangat nya agar tetap kokoh menjalani hutan menuju tujuan mereka. Morgan mendengus kesal dan terkadang berhenti.
“ Apa kau tidak bisa membuat kuda Ellie? Kau kan hebat! Morgan mulai bertanya dengan pikiran kesal dan cemas. “ Aduhhhh, sampai kapan aku mengatakan nya pada mu’ hah?? Kami keturunan taghayul tidak seperti jin dan alladin. Kami mahluk yang memastikan keamanan dan kami bukan seperti Dewi Keberuntungan seperti Dewi Fortuna! Dasar menyebalkan. Ellie menatap Morgan dengan tatapan kesal.
Morgan mengangguk asal dan tidak terlalu mengingat perkataan Ellie. “Apa kita tidak bisa berhenti sebentar saja ? tolong berikan sedikit waktu kepada manusia yang nakal ini! Isak Morgan, dan untuk ke-sepuluh kali ini Ellie menatap kesal Morgan akhirnya menggangguk. Morgan berseru mantab” YES” Morgan mengepalkan tangan nya.
“ Hei’ ini bukan pertandingan sepak bola tau! Ellie menyela keriangan Morgan dan menatap kebingungan. “ Tapi tidak salah kan’ ketika kau memberikan waktu dan bukan terus mendadak memaksa ku! Sergah Morgan menggeleng. Saat itu Ellie berhenti sejenak dan Morgan meluruskan kaki nya di antara rerumputan. Terdapat sungai yang mengalir di sekitar nya, bebatuan yang mengkilat dan ada sekelompok tanaman semak perdu.lagi-lagi Morgan yang mengeluh kelaparan membuat Ellie tambah kesal dan ingin menarik rambut pendek Morgan layak nya rambut seorang pria bukan panjang.
“ Jika kau terus mengomel seperti itu’ aku akan meninggalkan mu sendirian ! Ellie mengancam pria itu dengan tatapan kesal namun Morgan tetap mengabaikan nya. Sifat nya yang egoisme semakin tumbuh dan semakin kuat. “ Apa salahnya kan mengatakan fakta yang sebenarnya! Sergah Morgan menagkis ucapan Ellie yang sudah memiliki ide. “ Baik aku akan mencarikan makanan padamu! Ellie senyum licik bergegas meninggalkan Morgan.
Tidak lama kemudian, Ellie kembali dengan sebuah benda di tangan nya. Ellie mencari daun pandan berwarna hijau, daun tumbuhan yang pahit. Setelah membentuknya menyerupai buah apel Ellie memasukkan ikan mentah dengan tujuan agar Morgan jerah. “ Apa itu Ellie? Lantas Morgan bertanya saat melihat Ellie dan sebuah makanan di tangannya.
“ Buah! Bukan kah kau lapar? Jadi aku mencari buah segar di hutan! Ucap Ellie serius menahan tawa. Ekspresi wajah Morgan yang tadi nya cemberut sangkin lapar nya kini kelihatan ceria saat Ellie menyodorkan buah padanya. “Eh’ apa kau tidak mau buah ini? Morgan bertanya heran dan menawarkan buah nya. “ Nope, aku tidak lapar! Ayo makan buah nya’ mungkin sangat enak! Lagi- lagi Ellie memasang wajah kesal nya menahan tawa. Morgan denagn gesit dan sigap lansung memakan buah samaran daun dan ikan itu tanpa pikir panjang.
Glek. Morgan terkekeh saat sebagian daging buah itu di makan nya. Dia mendapat daun pandan yang sangat harum dan juga daun yag pahit. Dia juga sempat memakan sebagian ikan mentah dan buru-buru memuntahkan nya ke permukaan tanah. Ellie yang melihatn nya nyengir lebar dan merasa jengkel dengan kecerobohan Morgan yang sebelum nya tidak menanyakan status buah itu. Morgan berseru kesal dan melemparkan daun berisi ikan itu ke dekat sungai.
“ Kau jahat sekali ! Mencoba mempermain kan ku dan memberikan buah samaran daun pandan dan daun pahit berisi kan ikan mentah! Kau memang licik. Morgan mendengus kesal sedangkan Ellie tertawa lantang melihat Morgan kini jerah dan terkekeh.
“Bagaimana sekarang? Apa kau jerah? Makanya jangan ngasal suruh! Aku sengaja membuatnya. Dan sekarang ayo kita melanjutkan perjalanan kita. Pinta Ellie dan Morgan sedikit terisak trauma.
Ellie dan Morgan berjalan kaki hampir lima jam sampai matahari mulai surut. Mereka kini bertemu dengan sebuah bangunan berwarn aputih mirip seperti bangunan dari marmer putih namun bangunan ini nyata nya terbuat dari cairan paravel. “Hei’ sekarang sudah mulai sore apa kita tetap melanjutkan perjalan nya? Atau istirahat di bangunan ini menunggu hari cerah? Morgan menoleh ke arah Ellie yang mulai mendekati nya.
“Hmm, kita terlebih dulu memeriksa bangunan ini dan memastikan nya aman dari apapun jika kita ingin beristirahat. Aku tidak tahan mendengarkan omelan mu tiap detik! Ellie mendekati bangunan putih itu dan masuk ke dalam nya bersama Morgan dengan obor yang baru mereka buat. Kain yang bekas di campur madu hutan dan di nyalakkan dari gesekan gercikan api dari ke dua batu.
“ Sepertinya aku merasa kurang nyaman di bangunan ini. Bagaimana kalau kita keluar dan memilih perjalanan malam? Morgan melirik Ellie yang berada di samping nya. “Baguslah, aku juga ber firasat aneh. Syukur kau sependapat dengan ku! Ellie mengangguk mantab dan perlahan menuju jalan keluar bersama Morgan.
Namun di bangunan tersebut’ mungkin ada sosok mahluk yang sangat besar dan selalu menunggu mangsa masuk. Lekas itu mahluk jahat itu meraung besar melihat Ellie dan Morgan balik keluar. Ellie dan Morgan tidak sempat menoleh ke sumber suara tersebut dan fokus agar cepat keluar. Alhasil mereka selamat dan perihal buruk nya mahluk yang berteriak keras itu mulai melolong seperti anjing dan meloncat ke depan Ellie dan Morgan.
Konon’ mahluk itu adalah mahluk yang sangat ganas’ dan mahluk yang telah membunuh semua penghuni bangunan putih tersebut. Bahkan mahluk itu juga adalah mahluk yang memiliki fase hidup secara “HIBERNASI” walaupun musim tidak berubah menjadi musim salju. Ellie yang berada di seberang Morgan mendadak berubah menjadi sosok taghayul seperti hantu yang bisa terbang. Mahluk itu buta dan hanya bisa merasakan mangsa melewati radiasi panas seperti ular.
Mahluk itu memiliki nama “Miraz” yang awalnya adalah seorang manusia yang tinggal di bangunan putih itu. Pada bulan purnama Miraz yang terkena kutukan akibat ke sombongannya dan kasus membunuh orang membuat para Taghayul nenek moyang Ellie mengutuk nya berubah menjadi hewan yang tak beradab jelas tidak manusiawi.
Melihat Ellie yang tiba-tiba berubah menjadi sosok taghayul, Miraz ketakutan. Namun, ketakutan nya lebih kecil di bandingkan nekat menyerang. Miraz menyerang Ellie dengan tinju kepalan tangan nya dan berhasil di tangkis oleh Ellie. Lagi-lagi mahluk itu meraug. Koaran nya mengarungi sebagian penghuni hutan. Mahluk itu menjulurkan tangan meninju Ellie dan dia tidak bisa mengelak. Ellie terpelanting ke tanah berubah menjadi manusia. Morgan segera menyadangkan pedang nya menuju mahluk itu dan mengenai ruas-ruas jarinya. Darah segar mulai mengalir di sekitar tangan Miraz.
Ellie tidak tega melihat morgan berjuang sendiri. Dia mulai bangkit menjadi sosok taghayul. Morgan yang tidak mau kalah juga ikut menyerang secara bergantian mahluk tersebut. Tidak menunggu lama mahluk besar itu dengan mata buta akhirnya ambruk ke tanah dan tidak akan bangkit lagi selama-lama nya. Ellie kembali menjadi manusia dan menyuruh agar melanjutkan perjalanan malam. Morgan mengangguk tanpa di suruh dua kali dia sudah menyusul Ellie. Kali ini tanpa banyak cerewet dan komentar.a