Bagian ke-dua puluhsatu.

2122 Words
PART 21| PERMINTAAN DARI CAWAN Sinar matahari pagi, menyiram lembut wajah gadis itu.Avril mulai menuruni anak tangga menuju ruang makan yang letak nya jauh. Kicauan burung terdengar riang saat menyambut siraman sinar matahari yang hangat. Avril selalu berpapasan dengan pegawai istana yang lalu lalang melaksanakan tugas masing-masing. Terkadang Avril membantu mereka yang membutuhkan bantuan. Tapi di benak gadis itu, dia harus cepat ke ruang makan.Visel yang mendahului nya mungkin sudah lama Sampai. Angin bertiup kencang melewati jendela istana yang menggerakkan gorden. Rambut Avril seketika di mainkan angin dan mulai acak-acakan. Gadis itu sigap memperbaiki anak rambut di dahi nya. Dan bergegas kembali menuruni anak tangga menuju ruang makan. Setelah sedemikian lama, Avril sampai di ruang makan yang menjadi tujuan nya. Seketika di sana, dia bisa melihat bahwa bunda nya Lucy dan Peter ayah nya. Termasuk Visel dan yang lainnya. Avril sigap meraih kursinya dan duduk. Acara makan bersama di mulai yang menjadi prioritas utama di kerajaan tersebut. Suasana lengang tenang menyisakan suara risihan sendok dan pisau makan yang membelah makanan. Avril lebih dulu menutup makanan nya usai piring nya kosong. Nampan berisikan roti juga sudah mulai lenyap dan buah di atas meja. " Apa kau siap sayang? Ucap ratu Lucy menoleh ke arah Avril. Gadis itu mengangguk mantab" Tentu saja bu, aku akan selalu siap dimana dan kapan pun! Nyali Avril tegar dan semangat nya semakin murni dan tinggi. *** " Hati-hatilah sayang, jaga diri mu baik-baik. Bisa jadi masih ada mahluk berbahaya di sana! Peter memeluk Lucy. Ratu Lucy mengangguk" Tetap lah di istana, kalian harus menjaga ke amanan! Ratu Lucy naik ke kelana nya melirik ke arah Tomy dan yang lain nya. Di susul Avril. " Kami akan pergi sekarang juga! Seru Avril berbinar dan mulai menelusuri gerbang istana di susul ratu Lucy dan menyejajari nya. Skan dan Visel melambaikan tangan di susul Tomy dan Peter. " Oh iya, kita menuju air terjun itu ya! Ratu Lucy memperingatkan Avril dan mulai menuju tikungan Kota Lios, Avril menganggu menyusul sang ibu. *** Tidak lama lagi, mereka sampai di perkotaan Lios yang ramah tamah. Mereka menghormati ratu Lucy dan putri Avril yang lintas dari perkotaan mereka. Lantas mereka senyum membalas sapaan hangat mereka. Berlalu di antara Kota Lios, mereka mulai memasuki hutan dengan rumpun tajam, yang semakin rimbun dan subur. Avril mulai menyejajari kembali ibunya yang terpisahkan saat berada di kota Lios. " Oh..ya! Apa ibu ingat tempat nya? Avril sedikit bertanya iseng kepada ibunya. Ratu Lucy mengangguk dan semakin memasuki hutan yang tambah gelap. Beribu-ribu kawanan monyet dan burung menatap mereka, lantas bergerak lincah. Seperti mengikuti kami, namun lajuan mereka terhenti saat melihat Avril dan ratu Lucy, menuu air terjun dan melihat raksasa sedang terlelap di atas rerumputan yang hijau dan segar. Suara air terjun yang selalu mengalir tanpa henti, bagaikan iringan musik ritmis yang tenang membuat suasana semakin sejuk. Angin berhembus sepoi-sepoi. Markus segera membangun kan semua teman nya ketika melihat Avril datang bersama ratu Lucy. Mereka berjejer mulai berbaris, dan sebagian lagi yang lagi minum langsung lari terbirit-b***t mengikuti yang lain. Avril mulai turun dari kelana nya yang di susul ratu Lucy. Mereka membalas hangat dan tenteram sambutan dari teman Koba. " Mereka sudah mulai jinak kan? Ratu Lucy sedikit takut mendekati Koba yang menunduk. Avril kemudian menyuruh agar kembali berdiri. Markus dan teman nya melakukan persis sesuai perintah Avril yang sekarang menjadi pemimpin mereka. " Kami senang, melihat kalian mengunjungi kami Yang mulia! Ucap Markus. Avril mengangguk dan mengeluarkan semacam benda dari tas besar. Ehhh...ternyata makanan. " Aku memiliki hadiah kejutan kepada kalian! Sesuai janjiku aku membawakan makanan hang cukup bagi kalian semua. Avril membagikan jatah makanan yang telah di atur. Para mahluk tersebut, bersemangat menerima dan mengucap trima kasih kepada Avril dan melahap nya dengan senang. Sebagian lagi ada yang mengambil air untuk di minum. Avril dan ratu Lucy yang melihatnya senang. Semestinya hutan tersebut telah aman kembali. Avril juga ikut melahap makanan nya bersama sang ibunda. Usai hal itu, Markus dengan senang hati menawarkan diri untuk membawa Avril berjalan-jalan ke hutan untuk melihat semua yanga da di hutan tersebutm Avril meminta persetujuan Lucy yang sedang menaiki salah satu di antara mereka berputar-putar mengelilingi area air terjun. Ratu Lucy mengangguk dan Markus menurunkan badan nya mengisyaratkan agar Avril segera naik. Avril sigap naik dan mereka mulai melesat jauh meninggalkan perairan. *** " Bagaimana kondisi hutan ini' Markus? Avril membelah keheningan di antara pohon-pohon di sekitar nya. " Lumayan bagus, namun banyak burung serta serangga yang menjadi musuh kami selama ini! Markus balas menjawab sekaligus menambah kelajuan lari nya. " Oh ya? Aku sangat penasaran dengan hutan ini! Ucap Avril dengan wajah penasaran. " Karena itu, aku ingin membawa mu ke mari. Ucap Markus tambah semangat. Di sana ,banyak perairan jernih dan segar, buah nya juga kelihatan segar. Sungai di sana tidak hanya terdapat satu melainkan ada tiga buah perairan yang saling terhubung dan bermuara ke laut yang luas. " Apa hutan ini jauh sekali? Ucap Avril lagi. " Cukup luas! Markus menjawab singkat mungkin mahluk itu mulai lelah. " Apa kita perlu beristirahat sebentar, sampai tenaga mu terisi pulih lagi Markus? Ucap Avril penuh prihatin. " Ku rasa itu ide baik. Aku setuju! Ucap Markus kemudian menghentikan laju nya, menurunkan pundak kemudian Avril turun sigap mengeluarkan makanan yang dia bawa. Sangat banyak, dan sisa nya tertinggal di pohon dekat air terjun. " Baiklah ini makanan kita sekarang! Avril menyerahkan jatah makanan Markus. Mahluk itu menerima nya dan melahap nya. Avril mulai mengusap pelu di pipi yang bercucuran. Angin menerpa wajah, angin nya yang sepoi-sepoi menyegarkan gairah semangat kembali. " Omong-omong apa kau tau siapa Raja Cisen? Avril menoleh ke arah Markus. " Tentu saja aku tau, banyak malahan! Dia adalah orang serakah yang membunuh kakak nya buakn? Dia paman dari Morgan, keponakan nya sendiri_ Belum sempat Markus melajutkan ucapan nya, yang terhenti oleh sosok di depan mereka yang tiba-tiba muncul.Avril maju duluan, takut apakah itu Cisen yang hendak menyerang nya. " Kau ini siapa? Apa kau raja Cisen? Avril antusiasme melirik tajam ke arah pria itu yang memiliki perawakan elok dan manis, putih malahan seperti Avril sendiri yang sempat tergoda. Namun pikiran itu di usirnya jauh-jauh. " Apa yang kau lakukan? Maaf aku buka Cisen. Aku akan memberitahukan nya pada mu saat bertemu dengan mu, atau saat kau membutuhkan bantuan padaku! Pria tampan itu pergi begitu saja seperti, angin. Baju Avril basah kuyup oleh keringat basah nya. " fine, let's go! Markus kembali berdiri dan membungkuk kan punggun nya. Tanpa di suruh dua kali pun, gadis itu meloncat naik dan mereka kembali menelusuri hutan itu dengan cepat dan pria itu tidak ada lagi di sana, mungkin mengambil jalur yang berbeda. *** " Woow..aku tidak menyangka bahwa hutan disini secantik yang sedang kulihat sekarang! Avril berseru kagum, sudut mulutnya muncul sembari memegangi kening nya erat. Wajah nya memesoan ketika harus sekilas melihat nya. " Tentu saja, percantikan hutan ini di buat khusus oleh Ratu Zahra yang dulu! Kita bisa menikmati suasana indah ini. Saran Markus sedikit tertawa. Mahluk itu mirip manusia dan mirip beruang. Avril melirik ke sana ke mari sedangkan Markus mulai duduk karena badan nya mulai letih. " Jika ada sesuatu, segeralah kembali kemari! Markus memperingati Avril agar tetap hati-hati. Avril mengangguk. Di hutan tersebut terdapat sebuah batu cadas yang di permukaan nya terdapat ukiran resmi. Ukiran itu dipahat. Di sana terdapat seperti sebauh umpama penasehatan dan peringatan. Avril membacanya berkali-kali dan mencerna setiap kata. Suasana lengang menyisakan suara aliran air sungai dan kicauan burung yang terus nyahut-menyahut. Derikan serangga memenuhi pemandangan langit yang biru. Semua hewan di sana terlihat aman dan tenteram. Tidak ada hewan buas sekalipun yang membahayakan. Justru para burung Kolibri yang kenyang menyiruo madu bunga mulai hinggap di pundak Avril. Gadis itu senang mengelus lembut bulu burung itu. Aneh nya burung itu selalu mengikuti kemana gadis itu pergi hingga kembali ke Markus. Avril sedikit jengkel mendekati Markus" Apa kau tau tentang tabiat burung kecil ini? Avril menunjukkan burung Kolibri tersebut. Markus mendongak mulai mencium aroma burung tersebut." Ini Kolibri, dan dia hanya ingin ikut dengan mu karena dia tau kau sangat manis! Markus menjelaskan dengan detail dan masuk akal " Apa ini ujung hutan ini? Hari semakin larut! Avril menanyakan kepada Markus yang menjadi alat transportasi nya. " Baik lah, lebih baik kita cepat kembali! Markus mulai mengambil posisi menghadap jalan pulang yang sedikit remang. Burung Kolibri itu mengikuti Avril dan hinggap di pundak gadis itu. Mereka tidak tau, pria yang mendadak muncul itulah yang membuatnya agar bersama gadis itu. Dan pria itulah yang akan menolong Avril nantinya. *** " Tunggu apa lagi? Hari semakin larut, dan sudah saat nya kita pulang! Tegur ratu Lucy mendongak ke arah Avril yang sudah siap naik. Namun tanpa di duga saja, air terjun tersebut bercahaya menerangi sekitar nya. " Putri Avril Yang mulia dan ratu Lucy. Bolehkah kalian datang kemari? Aku ingin memberitahukan sesuatu kepada kalian! Avril dan ratu Lucy saling tatap simpul dan turun kembali mendekati air tersebut. Markus dan yang lain nya ikut mendengarkan bagaikan pendengar yang setia dan baik hati. Tiba saja mjncul Ellie si taghayul dari balik air. " Oh Avril, aku sangat kecewa. Mungkin kalian bisa lebih kecewa mendengar kabar ku apa yang akan terjadi nantinya saat para leluhur ku mencatat nya di sanskerta kuno. Dan hari inilah aku akan memberitahukan nya pada kalian ,sesuai waktu yang telah di atur lama. Sejenak Ellie menghela nafas panjang dan menjeda nya . Tapi berjanjilah sekarang Avril sampai selamanya kau tidak akan melanggar nya atau mengambil celah, menyimpang dan sebagainya. Kau tidak boleh mengecewakan ku teghayul dan para leluhur ku, orang tuamu, kerajaan selain Zier, sampai ke para leluhur mu! Utarakan lah sekarang juga janji itu. Meski nanti nya setelah kau yang memimpin kerajaan sebagai orang yang telah di takdirkan, kau akan mengalami banyak kesulitan dan kau akan jatuh jika tidak mudah mengatasi nya! Avril mengutarakan janji seperti perintah Ellie lekas dia siap mengucapkan Ellie membuka gulungan kertas kusam. Suasana lengang sejenak, air tetap bercahaya dalam gelap, Ellie mengembuskan nafas nya dan menghirup kembali dengan konsentrasi. Inilah waktunya isi surat itu di bacakan oleh Ellie. Wahai, Putri Avril! Orang satu-satunya yang telah di tunggu keberadaan nya. Aku yang menulis pesan ini sesuai kejadian yang telah ku lihat sebelum nya. Aku bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan.Panggil saja aku sang " Taghayul masa depan" . Hari ini juga sesuai tempo waktu yang telah ku tentukan. Putri Avril, putri dari raja Peter sebaiknya kau telah mengetahui masalah Raja Cisen yang telah membunuh para leluhur mu, dan orang tak berdosa bahkan dia mencuri harta paling berharga yang di turunkan oleh Thour kepada Joy dan Juliet nenek mu! Dan hanya warisa Juliet lah yang luput karena dia sangat antik dan menyimpan nya. Nah, dari pada panjang lebar aku menjelaskan nya kau sudah tau yang sebenarnya. Sekarang aku akan membahas topik serius yang tak bisa di bantah-bantah. Lantas setelah orang tua mu terkena kutukan Cisen, orang jahat itu munculah generasi pewaris baru yakni dirimu. Kau akan mengalami diri mu dihianati, di sindir, bahakn semua akan cuek pada mu. Itulah ujian paling besar. Jika kau tidak tetap tegar, maka bersiaplah semua nya akan runtuh! Jangan berkecil hati, dan jika kau hendak membunuh Cisen ketika kelak kau akan bertarung dengan nya, dan membebaskan seluruh orang jangan bunuh dia! Ambilah kalung nya yang bersinar berwarna biru yang seharusnya di serahkan padamu! Tetapi itu tidak berguna lagi, itu sudah memikirkan orang jahat. Nah, aku akan memberitahukan pada mu cara membunuh nya" kau harus mengambil kalungnya memecahkan nya pakai batu Sampai hancur atau jika tidak mempan tusuklah dia dengan panah mu! Sekian semoga kau mengingatnya! Jangan lupakan pertolongan Ellie dan air suci. Dan ingat seseorang nanti akan membantu mu! Sekarang gulungan ini adalah milikmu! Itulah kata terakhir dari gulungan kertas itu dan Ellie memberikan nya kepada Avril. Denagn jemari dan tangan penuh histeri bergetar menerima nya, Markus sedih namun tetap menyemangati Avril. Dan pada saat itu pula air berbicara, Ellie kembali pada wujud asal nya yakni taghayul. " Aku akan memberikan mu cawan yang bisa mengabulkan permintaan seseorang. Tapi kau tidak bisa menggunakan nya membunuh orang, seperti Cisen itu malah menambah kekuatan nya! Terimalah wahai Putri Avril dan datang lah kemari jika kau tidak mengerti. Sebagian ada jawaban di dalam air ku. Air itu mengulurkan cawan yang lebih besar yang berisi air berwarna biasa, bening. Dan bisa mengeluarkan cahaya. " Sekarang pergilah! Suara lembut dan tenang air segera surut, cahaya nya lah yang tinggal setengah untuk menyinari Markus dan yang lain nya lagi. Avril dan ratu Lucy pulang.Air itu memberikan sinar, sehingga tidak sulit menjalani jalan yang remang dan gelap. Avril dengan wajah masam sedikit kecewa tetap berjalan denagn laju kuda nya. " Kau ingat? Kau tidak boleh berkecil hati sayang! Tegur ratu Lucy dengan kembut dan Avril menganggu asal.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD