Bagian keenam

1033 Words
PART 6|PEMBERONTAKAN Drappp....drappppp....drapppp...drapppp”Buka gerbangnya”! Seorang penjaga istana berteriak memerintahkan agar gerbang istana segera di buka lekas melihat gerombolan Sherry yang berlari dengan kudanya di tengah-tengah hujan dan membasahi seluruh tubuhnya. Awan tebal mulai membungkus seluruh langit dan membuat semuanya gelap,  semua cahaya terbungkus kecuali cahaya yang diberikan obor di antara tiang-tiang istana. “Awasss.....jangan dijalan dong! Cetus Juan kepada orang yang menghambat jalannya.”Silahkan masuk Sherry, Raja Cisen sudah lama menunggu kedatangan kalian semua! Sambut salah satu di antaranya yang menjaga gerbang. Sherry dan semua temannya masuk setelah gerbang dibuka,memberikan kudanya kepada orang yang berurusan untuk menjaga kuda di Kerajaan agar memberikan kudanya memakan rerumputan yang telah dikumpulkan di sebuah wadah. “Aneh,kenapa Erikh tidak muncul di antar mereka? Gumam orang peternak, setelah Sherry pergi menuju tempat Raja Cisen setelah mengganti pakaian masing-masing. “Erikh dan yang lainnya telah sampai di kerajaan tuanku! Ucap Jenderal Ali, yang berdiri di samping Cisen bersama Pangeran Morgan,sang keponakan nya. “Baguss....jadi dimana mereka sekarang? Suruh mereka dengan secepatnya agar datang kemari! Cisen mulai meminum teh hangatnya. Takkkk....pakk..pikkk....pakkk..terdengar langkah kaki yang menuju tempat Cisen duduk dari arah samping kanan;yang tidak lain dari Gin,Sherry,Juan,Albarn,terkecuali Erikh yang sudah mati  “Ahhh....finally you arrived too! Cisen kelihatannya senang menyambut Sherry dan teman lainnya,yang dia kira Erikh masih ikut, dengan jengkelnya Cisen terkejut ketika melihat yang kembali hanya empat orang dan tidak melihat Erikh sekalipun.”Erikh dimana? Cisen mulai bangkit dari duduknya. “Erikh sudah mati,Rajaku! Erikh mati di bunuh Avril ketika kami masih mengendap-endap mengikuti Avril, dengan tergesa gesa Erikh segera ingin membunuh Avril. Dan dengan mendadak Erikh terkena tembakan Avril’dan kami tidak bisa menolongnya! Gin yang angkat bicara menjawab Cisen dengan wajah tetap bugar’dan tidak terlihat sedih sedikit pun. Dengan terkekeh dan merasa jengkel atas penjelasan Gin,Cisen marah mendadak dan mulai berteriak.”Apa itu benar’atau kalian  yang membunuh dia? Dasar bajingannnnn.....! “Maaf tuanku..................... tapi itu memang benar! Jawab Juan panjang dan menahan emosi nya.”Jika tuanku tidak terima dan tidak percaya atas kejadian itu, anda bisa melihat sendiri, mana mungkin kami tega membunuh teman kami sendiri?! jika Yang mulia masih tidak percaya,dan ingin memaki-maki kami terus’lebih baik kami segera pergi dari istana ini! Sambung Albarn keberatan, lantas memotong kalimat Juan.  “Yeahh,,,,,it’s right! Aku sangat keberatan! Ucap Cisen dengan mimik wajah khasnya penuh iseng. “Paman,paman harus percaya kepada orang yang sangat kau percayai! Selain Paman Erikh kan mereka ini juga orang kepercayaanmu! Seharusnya kau tidak boleh terlalu menekan mereka! Dan lagian,tidak mungkin kan mereka berbohong??? Akhirnya Morgan mulai angkat bicara. “Dasarr bodoh! Apa kau belum pernah di ajari berbicara? Lantas kau memotong pembicaraan ku’Nak, sekalipun kau keponakkanku kau tidak boleh asal sembarangan berbicara, kau harus tau siapa dirimu! Bentak Cisen dengan wajah merah penuh kemarahan. “Aku tidak bermaksud demikian, tapi kau juga harus menjaga nya. Sekalipun kau Raja,apalah Raja yang sangat kejam,lekas ayah ku meninggal kau dengan cepat langsung mengambil tahta kekuasaan. Kau pikir hanya kau yang memiliki harga diri,hah???? Kau tidak bisa hanya merendahkan harga diri orang! Morgan sudah mulai panas dan dengan lantang melawan Cisen, dan sudah mulai tidak memperhatikan sekelilingnya sangkin emosinya. “Jangan hanya bicara dong, kau harus bercermin dulu biar bicara menasehati orang yang lebih tua darimu! Buktinya kau aja tidak sopan’bukan begitu? Iseng Cisen yang disambut tawa misterinya. “Baiklahh.....baiklahhh..kalau begitu aku akan memecat kalian! Ali cepat penjarakan mereka,aku ingin istirahat, lebih baik saja aku mempenjarakan nya untuk menghilangkan rasa  amarahku! Dan Morgan kau harus istirahat  cepat! Sebelum kau juga ku penjarakan! Ucap Cisen dan pergi,berlalu di antara tembok-tembok. “Ali apa kau memang akan mempenjarakan kami? Jika iya kami akan kabur secepatnya! Ucap Gin,sedikit mengancam Ali yang merupakan teman nya sendiri. “Tentu saja,aku akan mempenjarakan kalian! Tapi aku punya rencana. Jika aku tidak melaksanakannya bisa-bisa lagi nyawaku akan copot! Tapi tidak lama lagi Cisen akan pergi ke Kerajaan Calfor dan mengusulkan Perang mengalihkan kekuasaan selesai mengutuk Raja Peter penguasa  Kerajaan Calfor. Jadi saat itu aku akan melepaskan kalian! Ucap Ali.” Tapi jangan Khawatir,tidak mungkin aku akan menyesatkan kalian teman terbaikku! Ucap Ali yang sudah mulai beranjak ke ruang paling bawah’tempat penjara tanah. Yang disusul oleh Sherry,Gin,Juan,dan Albarn. Sedangkan Morgan dengan mata berkaca-kaca mulai pergi ke kamarnya dan istirahat kembali. “Apa kalian lapar? Ali menawarkan beberapa roti gandum dan s**u kepada teman nya itu sebelum menuju penjara.”Tenang saja, aku juga akan memberontak kepada Cisen, dan malam ini kita akan segera pergi ke Kerajaan Calfor meminta Sekutu! Ucap Ali dengan mulut penuh menyantap Roti bersama Gin dan yang lainnya. Lengang sejenak setelah ada dua menit,Ali,Gin dan temannya tidak menuju penjara, melainkan menuju gerbang istana untuk kabur. “Hmmm...bagaimana jika dia menemukan kita di Calfor? Kau bilang kan dia akan pergi ke sana untuk mengusulkan perang, kita bisa mati apalagi dia akan bertarung dengan kita menggunakan sihirnya ??? “Ahahahha...itu hanya gurauanku saja. Memang dia akan mengusulkan perang tapi bukan dia yang akan pergi melainkan Prof.Hendon! Kami sudah berbicara tadi agar dia mengelabui dan berpura-pura dia akan memberitahukan Cisen bahwa kita semua telah mati, jatuh dari atap istana, cara yang masuk akal kan? Ucap Ali. “Mana mungkin  dia akan mempercayainya! Dia kan sangat egois! Ucap Juan. “Okeyyy..baiklah cepat naik ke kuda masing-masing, kita akan menuju Calfor secepat mungkin sebelum dia mengetahui kita dan dia akan mengirim pasukan untuk menangkap kita! Ali memperingatkan temannya dan naik ke kuda nya sendiri bersama yang lainnya dan mulai menyusup ke gerbang. Kesempatan itu sangat pantas dengan keadaan mereka. Lekas membuka gerbang dengan cepat mereka lari dengan cepat dan menutup kembali gerbang. Sebelum Gin ikut melaju dia membuat tanda penunjuk agar Cisen percaya bahwa mereka telah mati dengan membuat tetesan darah yang banyak, pedang,panah yang sudah melengkung dan tidak pantas untuk digunakan kembali. Gin dikenali sebagai si “Genius”.Memang tanda darah yang bertetesan dan berserakan sangat meyakinkan,ditambah bekas s*****a yang sudah banyak berjatuhan ke tanah. Gin akhirnya melaju dan tubuhnya menghilang setiba sampai di antara semak semak,menyusul yang lainnya, tanpa sepengetahuan para penjaga.Namun yang menjadi pertanyaan nya"Apakah Cisen akan percaya dengan itu,atau dengan diam-diam dia mengintip kami,menyelidik atau sebagainya??                                                                                                      
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD