Bagian keempat

4002 Words
PART 4|Perjalanan Menuju Calfor “Baiklah’ ayo kita melanjutkan perjalanan kita menuju Calfor! Skan mendahului ke dua saudarinya yang diikuti oleh Abel. Drapppp......drapppppp.........drapppppp... “Ayo’ Sel! Mereka sudah mulai jauh! Ucap Avril menasehati Visel yang masih asyik memakan bekal siang nya dari tadi. Kemudian mereka pun pergi menyusul mengikuti kakak laki lakinya itu yang sudah berada di dekat pantai yang di ujungnya ada sebuah kerajaan yang sangat megah, yang tidak lain dari kerajaan Calfor. “Apakah itu kerajaan Calfor???? Visel mulai mendekati Abel sedangkan Avril membuka gulungan peta yang di bawanya. “Aku kurang tau’ tapi hanya ada dua kerajaan di sekitar kota ini; yang satu lagi dari arah Utara terdapat Kerajaan Zier yang dipimpin oleh Raja Cisen, dan satu lagi kerajaan Calfor yang menjadi tujuan kita berada di arah Selatan!!! Skan mulai mendekati Avril. “Iya, memang benar! Itulah kerajaan Calfor! Ucap Avril senang setelah melihat keterangan di peta dan tangan nya mulai menunjuk ke arah kerajaan yang sudah ada di depan mata, namun belum tercapai. “Benarkah?? kalau begitu ayo kita pergi kesana! Ajak Abel yang mulai mendekati sebuah jembatan tua. “Kita lewat apa? Aku belum melihat satu pun jembatan disini! Ucap Skan yang masih memperhatikan sekelilingnya namun dia belum melihat jembatan yang ada di depan Abel, sang ibu. “Disini ada jembatan, mungkin kita bisa berjalan melewati jembatan ini sesampai di kerajaan! Abel melirik ke arah Skan dan ke dua putrinya. Seketika Avril dan ke dua saudaranya mengalihkan pandangan ke arah Abel dan segera menghampirinya. “See?? we’ll be able to cross this bridge toget to that kingdom!!! Abel dengan senang mulai menyentuh sebagian permukaan jembatan. “”Ehhh...but it looks like this bridge is old and fragile maybe if we walk later, we could drown!!! Avril menyela pembicaraan Abel “”It does not matter! Ucap Abel lagi. Sementara itu dengan cepat Abel mulai berjalan di atas jembatan tua itu dengan kudanya,namun  tepat di tengah tengah, jembatan itu rapuh dan Abel pun tenggelam ke laut; sehingga kayu yang rapuh itu menimpa tubuh Abel yang membuatnya tidak bisa lagi bergerak. “Ibuuuuu,...........teriak Visel dan Skan namun Avril langsung memotong tiga batang kayu dan menyuruh ke dua saudaranya agar segera naik dan mengambang di  laut setelah itu mereka pun melaju di air menuju kerajaan sesuai rencana Avril sedangkan Avril berlari di atas jembatan tua itu dan segera  menyelam ke dalam menyelamatkan Abel, dan segera membawanya ke atas jembatan itu. “Itu ibu! Ucap Visel menghampiri Avril dan Abel yang berada di atas jembatan, kemudian Skan juga menyusul. “Bu, sadarlah bu! Ayo bangun’ jangan tinggalkan kami! Visel menangis ketika melihat ibunya masih belum bangun. Ahargghha ....aharggg,,......ahargghhh..... “Mung....mgn..mungkin kalian harus lan..jut.........send..sendiri tanpa ibu sayang! Maafkan ibu tadi ti..tidak mau mendengarkan nasehat kalian! Ucap Abel berusaha  sekuat tenaga mengumpulkan seluru tenaga nya. “Ibu! Hati Visel mulai berbinar begitu juga dengan Avril dan Skan. Namun tidak lama kemudian mereka pun sedih karena mengetahui Abel sudah mati. ‘Ibu...ibu..kumohon jangan tinggalkan kami’ayo bangunlah lagi! Isak Skan dan Visel. “Percuma......ibu sudah mati! Ucap Avril tiba tiba  setelah melepaskan tangannya dari bawah hidung dan setelah merasakan denyut jantung sang ibu yang telah berhenti. “A..apa???that’s impossible, mom was still able to talk!!! ucap Visel keras kepala dan Skan mulai memeriksa apakah ibunya masih bernafas dan setelah dilakukannya memang benar  bahwa sang ibu memang sudah tiada. “But, in reality?? tanya Avril yang membuat Visel diam setelah mendengar penjelasan dari Skan. Kemudian Visel memeluk tubuh Abel sang ibu yang sudah menjadi mayat, begitu juga dengan Avril dan Skan yang ikut memeluk ibunya. Dan kemudian mereka pun tertidur sampai fajar menyingsing. Dan nampaklah sang Matahari yang menyinari seluruh tempat di sana dan mengakibatkan Avril dan ke dua saudaranya mulia bangkit dari tidurnya. “Hmmm...... hari sudah semakin cerah, sebaiknya kita tidak harus menyia nyiakan waktu! Kita harus segera melanjutkan perjalanan kita dengan menaiki batang pohon ini! Skan membangunkan ke dua adiknya dan mengambil potongan kayu yang mereka pakai semalam. “Baiklah.. ayo kita berangkat! Avril dan Visel yang sudah bangun mengikuti Skan yang telah berada di atas kayu pohonnya. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan nya ,menuju kerajaan Calfor, dan Visel mulai menggerutu atas nasib yang mereka jalanin. “Hahh..andaikan saja kita memiliki kapal yang bisa kita gunakan’ pasti kita tidak harus sesulit ini! Gerutu Visel. “Sudah!!! Jangan menyesali nasib yang sudah  terjadi! Jangan selalu menggunakan kata “ANDAIKAN” ! Andaikan kita anak raja, kita sudah tinggal di kerajaan tanpa kekurangan sesuatupun! Jadi jangan terus berkhayal! Tegor Skan Seketika Visel diam termangu mendengar ucapan Skan yang sudah berada di depan nya. Dan Avril berada di paling depan memimpin pasukannya. “See?? kita sudah sampai di kerajaan !!!  Avril dengan kagum melihat istana yang sangat besar, megah, dan para prajurit yang lalu lalang mengerjakan tugas masing masing. “Apa??? ucap Visel dan segera mendayung kayunya ke arah Avril dan di susul oleh Skan. “wooowwwww.....wawwww.....wawowwwwwwwwwwww!!! Skan dan ke dua saudaranya bersahut sahutan menunjukkan rasa kagum nya melihat istana yang termasuk masih baru pertama kali ini mereka  melihat istana. Wajar selamaini mereka hanya tinggal, berkeliaran ,dan berburu di hutan. Dan belum pernah mengunjungi satu pun kerajaan. “Sudah, jangan hanya bengong saja! Masih ada waktu nanti untuk melihat kerajaan itu, sekarang pertama sekali kita harus masuk ke gerbang istana, kemudian itulah waktu kita untuk menemui Raja Peter, dan menyatakan kebenaran bahwa kau adalah Putrinya! Skan menegor Avril dan Visel. “Ohh,,,yaaa baiklahh! Ayo kita pergi menuju gerbang istana! Sergah Avril. Pakkk...parkkk...takkkkkkk  Mereka berhenti ketika sampai di tembok pembatas  antara  laut dan wilayah istana,sehingga kayu mereka pun ikut berhenti. Setelah mereka  naik ke permukaan tanah,mereka melihat kumpulan prajurit yang menjaga gerbang istana.”Permisi Mr!! Sapa Avril dan mulai mendekati seorang penjaga’yang duduk. “Siapa kalian??? Tegor Seorang dari mereka yang merupakan penjaga istana bernama Mr.Tomy. “Kami ini adalah pengembara’ dari asal hutan Utara, dan kami datang kemari untuk menemui Raja Peter, penguasa kerajaan Calfor! Avril dengan antusias menjawab pertanyaan sang kepala penjaga istana. “Ada urusan apa kalian datang kesini? Yang mulia Ratu Lucy, telah membuat perintah, agar setiap orang yang datang selain rakyat sendiri tidak di izinkan masuk! Karena adanya pemicu kerusuhan bagi Istana seperti yang terjadi 15 tahun yang silam, yang membuat Tuan Putri anak pertama Dari Raja Peter hilang, dan kami tidak tau apa dia masih hidup atau sudah mati! Raut wajah Mr.Tomy berubah menjadi buram. “Akulah orangnya! Ucap Avril dan menunjukkan kalung emas simbol setiap anak Raja di kerajaan Calfor. Seketika Mr.Tomy terkejut bukan main dan segera raut wajah nya berubah. “Apa itu benar? Kaukah orangnya itu? Aku tidak dapat percaya, bagaimana bisa kau masih hidup dan tumbuh menjadi sosok gadis yang dewasa? Jika itu benar Raja Peter dan Ratu Lucy akan senang melihat Putri nya yang masih hidup, kembali ke istana setelah seorang gadis dan semua nya akan senang melihat kedatangan mu  dan segera menyambutmu, Tuan Putri ! Mr.Tomy perlahan membukan gerbang dan menyuruh mereka agar masuk. “Kalian’  ayo masuk aku akan membawa kalian menghadap Yang mulia, Raja Peter! Ucap Mr.Tomy dan masuk duluan mendahului Avril dan ke dua saudaranya. “Baiklah dengan senang hati Mr! Ucap Skan dan kemudian mengikuti Mr. Tomy. “Sebelumnya namamu sebenarnya siapa Sir? Dari tadi kau belum memperkenalkan diri kepada kami! Visel mengerutkan dahinya. “Tomy! Ucap Mr. Tomy dan mulai menaiki tangga paling atas. “Tomy? Wow nama itu kurang menarik dan kurang berkreasi! Ledak Visel namun Tomy berpura pura tidak mendengarkannya dan mengabaikannnya. “Woowww.. lihat itu! Ternyata istana sangat megah,indah, dan cantik! Para pelayan berlalu lalang mengerjakan tugas nya masing masing. Apalagi aku tidak pernah melihat istana, selama ini aku mengira Istana hanya sebatas seperti Apartemen saja! Ternyata yang aku pikirkan itu jauh meleset! Ucap Visel dengan senyum malu. “Tentu saja! Tapi yang penting kalian sudah melihat melihatnya langsung kan? Namun kerajaan ini tidak aman oleh adanya ancaman dari Raja Cisen yang tidak lama lagi Raja dan Ratu akan segera di kutuk! Sudah banyak orang yang paling kuat di kerajaan ini sudah mencoba melawannya, namun tetap saja kalah! Bahkan ratu Juliet yang paling kuat’ ibu dari Raja Peter terbunuh oleh Cisen di medan perang. Namun bukan kalah karena kekuatan dengan Ratu Juliet, namun Ratu kurang waspada dan hati hati dengan segala trik yang di gunakan oleh Cisen. Ketika dia berhasil menghianati, dan menipu Ratu Juliet di lapangan medan tempur, sehingga ketika Yang Mulia lengah di situlah dia membunuh Ratu Juliet! Apalagi Cisen memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat! Jelas Mr. Tomy. “Jadi apa akan ada lagi peperagan nanti nya dengan Cisen? Tanya Visel. “Yeahh.. tentunya setelah Raja dan Ratu dikutuk dia akan membuat tantangan perang kepada pewaris tahta selanjutnya kerajaan Calfor! Jelas Mr. Tomy “Apa kita sudah sampai? Dimana tempat Raja dan Ratu, apa masih jauh lagi? Huuuhh kakiku sangat pegal dan lelah! Gerutu Visel dan mulai melambatkan perjalanannya yang masih mendaki tangga yang sangat panjang dan tinggi serta berbelok. “ Sepertinya tidak seperti itu, sebentar lagi kita akan sampai, tinggal melewati tangga dan akhirnya sampai di tempat itu, yang merupakan tempat pribadi Raja! Aku selalu memanggilnya dari tempat itu jika ada masalah dan jika beliau tidak ada di ruang aula! Ucap Mr. Tomy dan menunjuk bangunan paling tinggi di kerajaan itu yang sudah mulai terlihat, dan tempat yang sangat ‘elite’.  “ Sepertinya kita perlu istirahat sebentar! Tempat itu sangat jauh! Gerutu Skan. “Berhentilah cengeng dan cerewet seperti itu anak malas! Tegor Mr.Tomy.” Lagi pula kita kan sudah sampai! Ucap Mr.Tomy dengan senang dan mengetuk pintu. Namun karena tidak ada responan Tomy membuka pintu dan tidak melihat satu pun orang di dalam. “Dimana mereka ya? Gumam Mr. Tomy dan kembali mengunci pintu sembari mengerutkan dahinya mulai berpikir. “HUhh....jadi bagaimana? Apa yang mulia ada di situ? If not, we are just wasting our time! Huh.. so troublesome. Visel kemudian mulai tmenuruni tangga. “ it’s true! Sekarang Yang mulia dan para rakyat sedang melakukan sidang dan acara di ruang aula istana, aku lupa! Wajar saja faktor ketuaan! Ucap Mr. Tomy berusaha menutupi kemaluan. Dan mulai menuruni tangga menuju aula istana. “Huhh.... masih muda, tapi sudah di bilang tua! Huhh dasar manusia ada ada aja ya! Segala cara berusaha di buat untuk menutupi aib! Skan menuruni tangga sedangkan Avril menyusul nya dari belakang, sedangkan Visel hanya tinggal menunggu dan mengikuti Mr.Tomy yang sudah ada di bawah . “Baiklah sekarang ayo kita pergi menuju aula istana! Masakah aku melupakan hari ini, tadi aku sudah melihatbanyak orang yang lalu lalang, namun aku lupa dan tidak memikirkan ada acara itu. Semalam kami sudah rapat di aula bersama Raja dan Ratu  untuk menyiapkan acara perlawanan terhadap Cisen sesudah Raja dan Ratu kena kutukan. Gumam Mr. Tomy dalam haati. “Jadi berapa jauh lagi kita untuk menuju aula? Dasar tidak memperkirakan waktu, bagaimana lagi kalau jarak nya sangat jauh? Ucap Visel lantang kepada Avril, dan terdengar oleh Mr.Tomy. “ Baiklah maafkan kesalahanku ini, dan ruang aula istana ada di bagian ke dua setelah markas s*****a  perang! Cetus Mr. Tomy dari depan dan sesekali menoleh ke arah kami, yang masih berada di belakang. “Apa nya yang minta maaf? Haruskah kita minta maaf setiap saat jika melakukan kesalahan? Menurutku setiap orang juga sering melakukan kesalahan,so’ menuruktu tidak harus minta maaf. Benarkan Skan? Visel masih kelihatan bersungut sungut di bawah tangga yang lagi kami turuni. Skan kelihatan nya tidak tertarik dengan hal apa yang di katakan oleh adik perempuannya itu. Dan segera menuruni tangga lagi mengikuti Tomy yang sudah berada di dekat Visel.”Apa yang kau bicarakan itu’tidak sesuai dengan pendapatku, atau dengan pendapat orang ini! “ Skan mendengus kesal melihat kecerobohan Visel. Aku tidak mengerti apa yang sedang dia bicarakan.”Apa tidak ada makanan yang tersedia di tempat ini,khusus untuk kami Tom??? Avril yang sudah berada di samping Tomy yang mulai gelisah. “Hmm... kita harus menuju aula,disana terdapat banyak makanan ayo lebih semangat! Kalian kan masih muda!                                                                                                                  PART 3|Perjalanan Menuju Calfor  “Baiklah’ ayo kita melanjutkan perjalanan kita menuju Calfor! Skan mendahului ke dua saudarinya yang diikuti oleh Abel. Drapppp......drapppppp.........drapppppp... “Ayo’ Sel! Mereka sudah mulai jauh! Ucap Avril menasehati Visel yang masih asyik memakan bekal siang nya dari tadi. Kemudian mereka pun pergi menyusul mengikuti kakak laki lakinya itu yang sudah berada di dekat pantai yang di ujungnya ada sebuah kerajaan yang sangat megah, yang tidak lain dari kerajaan Calfor. “Apakah itu kerajaan Calfor???? Visel mulai mendekati Abel sedangkan Avril membuka gulungan peta yang di bawanya. “Aku kurang tau’ tapi hanya ada dua kerajaan di sekitar kota ini; yang satu lagi dari arah Utara terdapat Kerajaan Zier yang dipimpin oleh Raja Cisen, dan satu lagi kerajaan Calfor yang menjadi tujuan kita berada di arah Selatan!!! Skan mulai mendekati Avril. “Iya, memang benar! Itulah kerajaan Calfor! Ucap Avril senang setelah melihat keterangan di peta dan tangan nya mulai menunjuk ke arah kerajaan yang sudah ada di depan mata, namun belum tercapai. “Benarkah?? kalau begitu ayo kita pergi kesana! Ajak Abel yang mulai mendekati sebuah jembatan tua. “Kita lewat apa? Aku belum melihat satu pun jembatan disini! Ucap Skan yang masih memperhatikan sekelilingnya namun dia belum melihat jembatan yang ada di depan Abel, sang ibu. “Disini ada jembatan, mungkin kita bisa berjalan melewati jembatan ini sesampai di kerajaan! Abel melirik ke arah Skan dan ke dua putrinya  Seketika Avril dan ke dua saudaranya mengalihkan pandangan ke arah Abel dan segera menghampirinya. “See?? we’ll be able to cross this bridge toget to that kingdom!!! Abel dengan senang mulai menyentuh sebagian permukaan jembatan. “”Ehhh...but it looks like this bridge is old and fragile maybe if we walk later, we could drown!!! Avril menyela pembicaraan Abel “”It does not matter! Ucap Abel lagi. Sementara itu dengan cepat Abel mulai berjalan di atas jembatan tua itu dengan kudanya,namun  tepat di tengah tengah, jembatan itu rapuh dan Abel pun tenggelam ke laut; sehingga kayu yang rapuh itu menimpa tubuh Abel yang membuatnya tidak bisa lagi bergerak. “Ibuuuuu,...........teriak Visel dan Skan namun Avril langsung memotong tiga batang kayu dan menyuruh ke dua saudaranya agar segera naik dan mengambang di  laut setelah itu mereka pun melaju di air menuju kerajaan sesuai rencana Avril sedangkan Avril berlari di atas jembatan tua itu dan segera  menyelam ke dalam menyelamatkan Abel, dan segera membawanya ke atas jembatan itu. “Itu ibu! Ucap Visel menghampiri Avril dan Abel yang berada di atas jembatan, kemudian Skan juga menyusul. “Bu, sadarlah bu! Ayo bangun’ jangan tinggalkan kami! Visel menangis ketika melihat ibunya masih belum bangun. Ahargghha ....aharggg,,......ahargghhh..... “Mung....mgn..mungkin kalian harus lan..jut.........send..sendiri tanpa ibu sayang! Maafkan ibu tadi ti..tidak mau mendengarkan nasehat kalian! Ucap Abel berusaha  sekuat tenaga mengumpulkan seluru tenaga nya.  “Ibu! Hati Visel mulai berbinar begitu juga dengan Avril dan Skan. Namun tidak lama kemudian mereka pun sedih karena mengetahui Abel sudah mati. ‘Ibu...ibu..kumohon jangan tinggalkan kami’ayo bangunlah lagi! Isak Skan dan Visel. “Percuma......ibu sudah mati! Ucap Avril tiba-tiba  setelah melepaskan tangannya dari bawah hidung dan setelah merasakan denyut jantung sang ibu yang telah berhenti. “A..apa???that’s impossible, mom was still able to talk!!! ucap Visel keras kepala dan Skan mulai memeriksa apakah ibunya masih bernafas dan setelah dilakukannya memang benar  bahwa sang ibu memang sudah tiada.  “But, in reality?? tanya Avril yang membuat Visel diam setelah mendengar penjelasan dari Skan. Kemudian Visel memeluk tubuh Abel sang ibu yang sudah menjadi mayat, begitu juga dengan Avril dan Skan yang ikut memeluk ibunya. Dan kemudian mereka pun tertidur sampai fajar menyingsing. Dan nampaklah sang Matahari yang menyinari seluruh tempat di sana dan mengakibatkan Avril dan ke dua saudaranya mulia bangkit dari tidurnya. “Hmmm...... hari sudah semakin cerah, sebaiknya kita tidak harus menyia nyiakan waktu! Kita harus segera melanjutkan perjalanan kita dengan menaiki batang pohon ini! Skan membangunkan ke dua adiknya dan mengambil potongan kayu yang mereka pakai semalam. “Baiklah.. ayo kita berangkat! Avril dan Visel yang sudah bangun mengikuti Skan yang telah berada di atas kayu pohonnya. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan nya ,menuju kerajaan Calfor, dan Visel mulai menggerutu atas nasib yang mereka jalanin. “Hahh..andaikan saja kita memiliki kapal yang bisa kita gunakan’ pasti kita tidak harus sesulit ini! Gerutu Visel. “Sudah!!! Jangan menyesali nasib yang sudah  terjadi! Jangan selalu menggunakan kata “ANDAIKAN” ! Andaikan kita anak raja, kita sudah tinggal di kerajaan tanpa kekurangan sesuatupun! Jadi jangan terus berkhayal! Tegor Skan Seketika Visel diam termangu mendengar ucapan Skan yang sudah berada di depan nya. Dan Avril berada di paling depan memimpin pasukannya. “See?? kita sudah sampai di kerajaan !!!  Avril dengan kagum melihat istana yang sangat besar, megah, dan para prajurit yang lalu lalang mengerjakan tugas masing masing. “Apa??? ucap Visel dan segera mendayung kayunya ke arah Avril dan di susul oleh Skan. “wooowwwww.....wawwww.....wawowwwwwwwwwwww!!! Skan dan ke dua saudaranya bersahut sahutan menunjukkan rasa kagum nya melihat istana yang termasuk masih baru pertama kali ini mereka  melihat istana. Wajar selama ini mereka hanya tinggal, berkeliaran ,dan berburu di hutan. Dan belum pernah mengunjungi satu pun kerajaan. “Sudah, jangan hanya bengong saja! Masih ada waktu nanti untuk melihat kerajaan itu, sekarang pertama sekali kita harus masuk ke gerbang istana, kemudian itulah waktu kita untuk menemui Raja Peter, dan menyatakan kebenaran bahwa kau adalah Putrinya! Skan menegor Avril dan Visel. “Ohh,,,yaaa baiklahh! Ayo kita pergi menuju gerbang istana! Sergah Avril. Pakkk...parkkk...takkkkkkk Mereka berhenti ketika sampai di tembok pembatas  antara  laut dan wilayah istana,sehingga kayu mereka pun ikut berhenti. Setelah mereka  naik ke permukaan tanah,mereka melihat kumpulan prajurit yang menjaga gerbang istana.”Permisi Mr!! Sapa Avril dan mulai mendekati seorang penjaga’yang duduk. “Siapa kalian??? Tegor Seorang dari mereka yang merupakan penjaga istana bernama Mr.Tomy. “Kami ini adalah pengembara’ dari asal hutan Utara, dan kami datang kemari untuk menemui Raja Peter, penguasa kerajaan Calfor! Avril dengan antusias menjawab pertanyaan sang kepala penjaga istana. “Ada urusan apa kalian datang kesini? Yang mulia Ratu Lucy, telah membuat perintah, agar setiap orang yang datang selain rakyat sendiri tidak di izinkan masuk! Karena adanya pemicu kerusuhan bagi Istana seperti yang terjadi 15 tahun yang silam, yang membuat Tuan Putri anak pertama Dari Raja Peter hilang, dan kami tidak tau apa dia masih hidup atau sudah mati! Raut wajah Mr.Tomy berubah menjadi buram. “Akulah orangnya! Ucap Avril dan menunjukkan kalung emas simbol setiap anak Raja di kerajaan Calfor. Seketika Mr.Tomy terkejut bukan main dan segera raut wajah nya berubah. “Apa itu benar? Kaukah orangnya itu? Aku tidak dapat percaya, bagaimana bisa kau masih hidup dan tumbuh menjadi sosok gadis yang dewasa? Jika itu benar Raja Peter dan Ratu Lucy akan senang melihat Putri nya yang masih hidup, kembali ke istana setelah seorang gadis dan semua nya akan senang melihat kedatangan mu  dan segera menyambutmu, Tuan Putri ! Mr.Tomy perlahan membukan gerbang dan menyuruh mereka agar masuk. “Kalian’  ayo masuk aku akan membawa kalian menghadap Yang mulia, Raja Peter! Ucap Mr.Tomy dan masuk duluan mendahului Avril dan ke dua saudaranya. “Baiklah dengan senang hati Mr! Ucap Skan dan kemudian mengikuti Mr. Tomy. “Sebelumnya namamu sebenarnya siapa Sir? Dari tadi kau belum memperkenalkan diri kepada kami! Visel mengerutkan dahinya “Tomy! Ucap Mr. Tomy dan mulai menaiki tangga paling atas. “Tomy? Wow nama itu kurang menarik dan kurang berkreasi! Ledak Visel namun Tomy berpura pura tidak mendengarkannya dan mengabaikannnya. “Woowww.. lihat itu! Ternyata istana sangat megah,indah, dan cantik! Para pelayan berlalu lalang mengerjakan tugas nya masing masing. Apalagi aku tidak pernah melihat istana, selama ini aku mengira Istana hanya sebatas seperti Apartemen saja! Ternyata yang aku pikirkan itu jauh meleset! Ucap Visel dengan senyum malu. “Tentu saja! Tapi yang penting kalian sudah melihat melihatnya langsung kan? Namun kerajaan ini tidak aman oleh adanya ancaman dari Raja Cisen yang tidak lama lagi Raja dan Ratu akan segera di kutuk! Sudah banyak orang yang paling kuat di kerajaan ini sudah mencoba melawannya, namun tetap saja kalah! Bahkan ratu Juliet yang paling kuat’ ibu dari Raja Peter terbunuh oleh Cisen di medan perang. Namun bukan kalah karena kekuatan dengan Ratu Juliet, namun Ratu kurang waspada dan hati- hati dengan segala trik yang di gunakan oleh Cisen. Ketika dia berhasil menghianati, dan menipu Ratu Juliet di lapangan medan tempur, dan ketika Yang Mulia lengah di situlah dia membunuh Ratu Juliet! Apalagi Cisen memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat! Jelas Mr. Tomy. “Jadi apa akan ada lagi peperagan nanti nya dengan Cisen? Tanya Visel. “Yeahh.. tentunya setelah Raja dan Ratu dikutuk dia akan membuat tantangan perang kepada pewaris tahta selanjutnya kerajaan Calfor! Jelas Mr. Tomy “Apa kita sudah sampai? Dimana tempat Raja dan Ratu, apa masih jauh lagi? Huuuhh kakiku sangat pegal dan lelah! Gerutu Visel dan mulai melambatkan perjalanannya yang masih mendaki tangga yang sangat panjang dan tinggi serta berbelok. “ Sepertinya tidak seperti itu, sebentar lagi kita akan sampai, tinggal melewati tangga dan akhirnya sampai di tempat itu, yang merupakan tempat pribadi Raja! Aku selalu memanggilnya dari tempat itu jika ada masalah dan jika beliau tidak ada di ruang aula! Ucap Mr. Tomy dan menunjuk bangunan paling tinggi di kerajaan itu yang sudah mulai terlihat, dan tempat yang sangat ‘elite’.  “ Sepertinya kita perlu istirahat sebentar! Tempat itu sangat jauh! Gerutu Skan. “Berhentilah cengeng dan cerewet seperti itu anak malas! Tegor Mr.Tomy.” Lagi pula kita kan sudah sampai! Ucap Mr.Tomy dengan senang dan mengetuk pintu. Namun karena tidak ada responan Tomy membuka pintu dan tidak melihat satu pun orang di dalam. “Dimana mereka ya? Gumam Mr. Tomy dan kembali mengunci pintu sembari mengerutkan dahinya mulai berpikir. “HUhh....jadi bagaimana? Apa yang mulia ada di situ? If not, we are just wasting our time! Huh.. so troublesome. Visel kemudian mulai menuruni tangga. “ it’s true! Sekarang Yang mulia dan para rakyat sedang melakukan sidang dan acara di ruang aula istana, aku lupa! Wajar saja faktor ketuaan! Ucap Mr. Tomy berusaha menutupi kemaluan. Dan mulai menuruni tangga menuju aula istana. “Huhh.... masih muda, tapi sudah di bilang tua! Huhh dasar manusia ada ada aja ya! Segala cara berusaha di buat untuk menutupi aib! Skan menuruni tangga sedangkan Avril menyusul nya dari belakang, dan Visel hanya tinggal menunggu dan mengikuti Mr.Tomy yang sudah ada di bawah . “Baiklah sekarang ayo kita pergi menuju aula istana! Masakah aku melupakan hari ini, tadi aku sudah melihat banyak orang yang lalu lalang, namun aku lupa dan tidak memikirkan ada acara itu. Semalam kami sudah rapat di aula bersama Raja dan Ratu  untuk menyiapkan acara perlawanan terhadap Cisen sesudah Raja dan Ratu kena kutukan. Gumam Mr. Tomy dalam hati. “Jadi berapa jauh lagi kita untuk menuju aula? Dasar tidak memperkirakan waktu, bagaimana lagi kalau jarak nya sangat jauh? Ucap Visel lantang kepada Avril, dan terdengar oleh Mr.Tomy. “ Baiklah maafkan kesalahanku ini, dan ruang aula istana ada di bagian ke dua setelah markas s*****a  perang! Cetus Mr. Tomy dari depan dan sesekali menoleh ke arah kami, yang masih berada di belakang. “Apa nya yang minta maaf? Haruskah kita minta maaf setiap saat jika melakukan kesalahan? Menurutku setiap orang juga sering melakukan kesalahan,so’ menurutku tidak harus minta maaf. Benarkan Skan? Visel masih kelihatan bersungut sungut di bawah tangga yang lagi kami turuni. Skan kelihatan nya tidak tertarik dengan hal apa yang di katakan oleh adik perempuannya itu. Dan segera menuruni tangga lagi mengikuti Tomy yang sudah berada di dekat Visel.”Apa yang kau bicarakan itu’tidak sesuai dengan pendapatku, atau dengan pendapat orang ini! “ Skan mendengus kesal melihat kecerobohan Visel. Aku tidak mengerti apa yang sedang dia bicarakan.”Apa tidak ada makanan yang tersedia di tempat ini,khusus untuk kami Tom??? Avril yang sudah berada di samping Tomy  mulai mengeluh gelisah. “Hmm... kita harus menuju aula,disana terdapat banyak makanan ayo lebih semangat! Kalian kan masih muda!                                                                                                                                                                                          v
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD