Bab 36 Rumah Kita

1124 Words

Mobil baru saja keluar dari kompleks rumah orang tuanya ketika Anggita bersandar di kursi, melepaskan napas panjang seperti habis mengikuti lomba silat keluarga. Mereka tidak menginap, hanya mampir untuk makan bersama, sekadar menunjukkan kepada keluarga Anggita kalau semua masih dalam keadaan terkendali dan baik-baik saja. Rafka melirik sekilas, senyum muncungnya keluar. “Capek jadi anak baik?” Gita menyikut pelan. “Bukan. Itu keluargaku kok bisa kompak banget ngegombalin kamu. Kamu tuh kayak… barang pameran, deh. Banyak yang muji.” “Barang pameran yang kamu nikahin,” balas Rafka santai, tangannya tetap stabil di setir. “Ibumu sampai nanya tiga kali kapan kamu mau sering-sering pulang. Saking mereka suka sama aku.” “Mereka suka sama kamu karena kamu pura-pura alim.” Gita berkacak pin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD