Pagi itu, Aurora tech, kantor Anggita terasa agak berbeda. Biasanya riuh oleh suara keyboard, telepon, dan langkah karyawan, kini suasana sedikit tegang. Anggita duduk di ruangannya, menatap layar laptop sambil menyeduh kopi, tetapi pikirannya melayang pada drama kemarin. Talk show yang viral, bukti Cctv, bagaimana Rafka berhasil membuat semua fakta keluar dan sekaligus mengalahkan Fahmi dengan gaya dinginnya yang menakutkan. Ponsel Anggita bergetar berkali-kali, menandakan notifikasi masuk dari grup keluarga, grup kantor, dan sosial media. Ia menutup satu demi satu, berusaha menenangkan diri. Tiba-tiba, Mira, salah satu karyawannya mengetuk pintu dengan wajah ragu. “Maaf Bu Gita… ada tamu yang minta bertemu,” katanya pelan. Anggita mengernyit kening, bingung karena Mira seformal itu.

