Bab 90 Panik Nggak?

1126 Words

HPL Anggita jatuh pada tanggal dua puluh delapan Desember. Rafka menandai tanggal itu di kalender sejak bulan keenam. Dicoret tebal. Diberi tanda bintang kecil. Bahkan disimpan sebagai pengingat di ponselnya, meski ia tahu—Virgo sepertinya—tanggal itu tidak akan pernah benar-benar ia lupakan. Empat hari sebelum tanggal itu, malam Natal datang dengan hujan tipis dan udara dingin yang tidak biasa. Di malam itulah, segalanya berubah. Anggita terbangun sekitar pukul dua dini hari karena rasa basah yang tidak seharusnya ada. Awalnya ia mengira hanya keringat atau mimpi yang terlalu nyata. Ketika ia duduk dan rasa itu semakin jelas, napasnya langsung tertahan. “Rafka, sayang,” panggilnya pelan. Rafka yang tertidur setengah sadar menggerakkan kepala. “Hm? Kenapa, Cinta?” "Aku mau ngomong ses

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD