Bab 89 Delapan

1144 Words

USG ketiga dijadwalkan pagi hari. Delapan bulan. Angka itu terasa tidak nyata bagi Rafka—terlalu dekat, terlalu cepat. Rasanya baru kemarin ia panik karena mi instan kedaluwarsa dan menatap label dengan dahi berkerut, seolah dunia bisa runtuh hanya karena satu kesalahan kecil. Sekarang, ia berdiri di ruang tunggu klinik dengan satu tangan menggenggam map pemeriksaan, tangan lainnya memegang jari Anggita dengan kuat, seolah jika ia melepas sebentar saja, waktu akan berlari lebih cepat dari yang ia siap terima. Ruang tunggu itu dipenuhi suara kecil: langkah kaki perawat, batuk pelan pasien lain, bunyi halaman majalah yang dibalik. Semuanya biasa. Tapi bagi Rafka, dunia terasa bergerak terlalu pelan dan terlalu cepat sekaligus. Anggita tampak tenang. Wajahnya lebih berisi sekarang, pipinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD