Saat udara malam yang dingin menghembus menyentuh kulit, tubuh ku sedikit menggigil. Namun saat ini anehnya udara dingin bahkan tidak bisa membuatku kedinginan, apa karena aura panas yang dikeluarkan oleh kedua orang ini? Lalu kenapa mereka terus saja saling menatap tanpa mengatakan apapun? Aku berdehem untuk mencairkan suasana. "Tyson? Kamu datang?" Tanya ku berbasa-basi. Tyson mengalihkan pandangannya pada ku, lalu tersenyum hangat, tangannya seperti biasa terulur menyentuh puncak kepala ku, "Iya, aku datang setelah urusan ku selesai. Aku sangat mengkhawatirkan mu." Kata Tyson terlalu berterus terang hingga membuatku malu dan terbawa suasana. Aku tidak tahu harus merespon ucapan Tyson bagaimana, aku menundukan kepala ku karena malu, "Oh ya? Jadi kamu sudah memberi pelajaran pada man

