BAB 15

1108 Words

Tyson mengenggam tangan ku dengan erat. Sedangkan aku hanya mengikuti Tyson di belakang. Mata ku menjelajah begitu turun dari mobil dan masuk kedalam sebuah caffe mewah dan besar. Caffe bernuansa layaknya club malam. Penerangan minim, dengan beberapa permainan seperti billiard. Tyson terus membawaku masuk kesebuah ruangan di belakang caffe, jantung ku berdegup cepat dan tangan ku berkeringat dingin, untuk sesaat Tyson berhenti berjalan, ia menoleh padaku.  "Ada apa?" Tyson bertanya padaku. Aku diam, aku tidak mengerti dan tidak tahu harus menjawab apa. "Tanganmu dingin. Apa kamu sakit?" Aku tetap diam, "Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman? Kenapa tidak mengatakan apapun?"  Kepala ku menggeleng pelan, "Bukan, aku hanya merasa aneh disini. Ini pertama kalinya aku mengunjungi tempa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD