"Apa yang kamu pikirkan, huh? " Tyson tertawa saat melihat wajahku yang terlihat begitu khawatir. Tyson mencubit kedua pipi ku dengan gemas, "aduh, " aku meringis panjang saat pipiku ditarik oleh jari telunjuk dan jempolnya. "Bukan pekerjaan yang aneh kok. Aku hanya memintamu mengurus Quinn dan Rhett seperti kemarin tapi kali ini kamu bekerja setiap hari." kata Tyson. Tanpa sadar aku menghela napasku dengan lega, Tyson kembali terkekeh melihat ku. Memangnya apa salahnya jika aku merasa sedikit khawatir? Yah, seperti dugaan ku, Tyson bukanlah tipikal pria yang akan memanfaatkan kesempatan untuk berbuat sesuatu yang buruk, terlebih lagi dari seorang wanita. Jariku saling bertauran, aku menundukan kepala ku, "Ba-Bagaimana dengan pembayarannya?" tanya ku dengan ragu. Aku tidak ber

