BAB 9

552 Words
RUDY POV Gue sengaja hari ini main ke butik Tania. Gue penasaran sama omongan mom yang katanya Tania hamil. Waktu gue tiba di butik, Tania lagi sibuk milihin baju buat customernya. Sekilas gue lihat ga ada yang berubah dari penampilan Tania. Dia semakin cantik dan anggun. Gue suka lihat dia yang natural. " Tania!" Tania menoleh ketika gue panggil. Dia langsung menghampiri gue. " Rud, mana mama kamu?" " Kok elu malah nyari nyokap gue?" " Biasanya kamu kan nemenin mama kamu ke sini" " Gue sengaja datang sendirian karena gue pengen ngajak elu maksi" " Maksi?" " Makan siang, tan! Udah yuk ikut gue" Gue sengaja narik tangan Tania supaya dia ga bisa nolak ajakan gue. " Kita mau kemana? Lepasin tanganku! Sakit tauk!" " Maaph yee...hihihihi..habisnya elu ntar kagak mau gue ajak maksi" " Kamu dari dulu emang ga pernah berubah ya!" Rasanya gue seneng banget bisa sedekat ini sama Tania. Dari dulu Tania orangnya polos dan itu yang bikin gue suka sama dia. " Tan, elu udah punya cowok belum?" Tania terbatuk - batuk waktu gue tanya soal itu. " Ihhh kamu kepo banget deh!" " Ya elah tinggal jawab aja kaleee..apa susahnya sih?" " Aku emang punya, terus kenapa??" Sebel banget denger jawaban Tania. Rasanya pengen gue musnahin cowok yang deketin Tania. " Gue cuman nanya doang, emang ga boleh?" " Dasar kepo" Gue ngajak Tania maksi di kedai punya nyokap. Semua karyawan langsung bawain pesanan gue di meja. " Kok semua udah siap di meja?" " Gue dari tadi udah pesen makanan" " Ini kedai punya kamu ya?" " tau aja! Ini sih punya nyokap. Gue cuman ngawasin aja" " Hebat ya mama kamu" Tiba - tiba Tania mual dan dia berlari ke arah wastafel. Gue lihat dia ga berhenti muntah. " Tan, kita ke rumah sakit ya" " Ga usah, aku ga apa - apa" " Gimana ga apa - apa? Elu daritadi muntah, gimana gue ga cemas!" " Kayaknya aku ga bisa makan siang bareng kamu. Sorry ya" " Ya udah gue anterin elu sampai rumah" " Ga usah, aku bisa naik taksi" " Elu yakin ga apa - apa?" " Aku yakin kok" " Gue pesenin taksi buat elu" " Thanks rud" Setengah jam taksi datang dan Tania pergi. Gue ngerasa ada yang janggal sama kondisi Tania. Jangan - jangan kecurigaan nyokap soal Tania hamil emang bener. *** YOGA POV Nadya sangat terkejut mendengar penjelasanku. Ia sangat marah saat mendengar Tania hamil. " Jadi mas nikahi dia cuman pengen punya anak?! Kenapa mas jahat sama aku?!" " Nad, mas minta maaf. Mas ga pernah cerita yang sebenarnya sama kamu. Sebenarnya hasil pemeriksaan lab menunjukkan kamu ga bisa hamil" " Apa?! Ini ga mungkin mas! Mas bohong kan?!" Nadya menangis dan melempar barang  - barang. Aku tidak tega melihatnya bersedih. " Nadya! Berhenti!" " Mas jahat! Aku benci mas!" Aku menghentikan Nadya dengan memeluknya. Ia meronta - ronta ingin dilepaskan tetapi aku semakin memeluknya dengan erat " Lepasin aku!" "Mas ga bakal lepasin kamu! Mas sayang sama kamu!" " Kalau mas sayang sama aku, mas ga akan selingkuh!" " Maafin mas, mas memang salah. Mas menikahi Tania karena mas menginginkan seorang anak" " Lebih baik kita cerai! Aku ga mau di madu!" Rasanya hatiku sakit mendengar Nadya yang meminta cerai. Aku tidak ingin berpisah dengannya            
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD