TANIA POV
Dua hari mas Yoga tidak pulang ke rumah. Membuatku khawatir memikirkannya.
" Kenapa kamu terlihat cemas?"
" Ga apa - apa kok"
" Kamu yakin ga apa - apa?"
" Aku yakin Rin"
" Kalau kamu ada masalah cerita aja sama aku"
Sayangnya aku tidak bisa bercerita tentang rumah tanggaku. Aku dan mas Yoga berjanji untuk merahasiakan pernikahan kami.
" Rin, aku pergi dulu."
" Kamu mau kemana?"
" Aku mau ke apotek"
" Kamu sakit ya?"
" Ga enak badan"
" Biar aku aja yang beliin obatnya"
" Ga usah, biar aku beli sendiri"
" Kamu kan lagi sakit, aku ga mau terjadi sesuatu sama kamu"
" Aku ga apa - apa pergi ke apotek. Kamu tenang aja"
" Ya udah kalau gitu, kalau kamu perlu bantuan telfon aku"
" Oke, aku pergi dulu"
" Hati - hati di jalan"
Aku berjalan kaki ke apotek untuk membeli obat. Tiba - tiba aku bertemu dengan seorang wanita yang sekilas mirip dengan istri pertama mas Yoga.
" Kenapa mbak lihat saya?!"
" Maaf mbak, saya pikir mbak mirip sama teman saya"
Wanita itu terlihat habis menangis dan ia seperti banyak masalah. Rasanya aku ingin bertanya tentang mas Yoga tetapi aku menahan diri.
***
YOGA POV
Aku mengantar Nadya ke apotek dan dia menyuruhku untuk menunggu di dalam mobil. Tiba - tiba aku melihat Tania keluar dari apotek.
Aku langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri Tania.
" Mas Yoga!"
" Maaf mas ga ngasih kabar sama kamu"
" Aku tadi ketemu Nadya. Sepertinya ia ada masalah"
" Memang kami ada masalah. Nadya sudah tahu hubungan kita"
Tania terkejut sambil menutup mulutnya. Tidak beberapa lama Nadya keluar dari apotek dan aku segera menghampirinya.
" Maaf Tania, mas pergi dulu. Nanti mas kabari"
Rasanya aku berat meninggalkan Tania tetapi Nadya lebih membutuhkanku apalagi saat ini jiwanya sangat terguncang ketika mengetahui dirinya tidak bisa hamil.
" Mas darimana sih?"
" Mas tadi habis dari toilet"
" Aku mau istirahat. Kepalaku pusing"
" Iya sayang, kita pulang ke rumah"
" Mas janji jangan ketemu sama pelakor itu! Aku ga rela!"
" Sekarang kamu ga usah mikir yang macam - macam. Aku ga mau lihat kamu sakit"
Tidak beberapa lama kami sampai di rumah. Aku mengangkat tubuh Nadya karena ia tertidur dan aku tidak tega membangunkannya.
Aku membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Lalu aku meninggalkannya di dalam kamar.
***
TANIA POV
Aku sangat mencemaskan mas Yoga. Entah rasanya aku takut kehilangan mas Yoga terlebih lagi mas Yoga lebih mementingkan Nadya daripada aku.
Aku mengelus perutku yang rata dan merasakan anakku yang tumbuh. Aku berharap dapat tegar dan kuat menjalani hidup.
Meskipun aku harus menghadapi kemungkinan terburuk yaitu mas Yoga pada akhirnya lebih memilih elaha Nadya dan meninggalkanku.
Tiba – tiba ada mobil yang berhenti di depan rumah dan aku sangat terkejut melihat kedatangan Rudy.
“ Rudy! Kamu tahu darimana rumahku?”
“ Gue tadi nyari elu di butik. Kata temen elu, elu sakit terus pulang ke rumah. Sekalian gue nanya alamat rumah elu. Terus gue kesini”
“ Kamu mau ngapain kesini?”
“ Gue pengen ketemu elu. Elu sakit apa?”
“ Aku ga enak badan. Tapi tadi udah minum obat”
“ Ya udah gue pulang dulu. Elu sekarang istirahat”
Setelah Rudy pulang, aku melanjutkan istirahat di dalam kamar. Rasanya aku sangat elah dan saat ini aku sangat membutuhkan istirahat.