24 - Serangan Kedua

1126 Words

Suara sepatu yang berbenturan dengan lantai itu menggema di lorong UGD. Rio yang berada disana sontak mengalihkan perhatian mereka kearah lorong yang menampilkan beberapa anak dengan seragam SMA. Alify memimpin paling depan dengan Gibran. Rautnya sangat khawatir, ditambah peluh yang menghiasi keningnya. "Gimana, Juna?" Tanyanya saat berhenti tepat dihadapan Rio. "Masih didalam." Jawab Rio sekenannya. Alify mengatur nafasnya yang terengah-engah. Dengan inisiatif, Rio mengelap peluh yang ada di kening itu. Alify sontak menunduk dan matanya menangkap noda yang ada di baju kekasihnya itu. "I- ini.. apa?" Rio melihat kearah seragamnya yang terlapisi jaket. Ada noda merah disana. "Kena, waktu gue angkut Juna ke Ambulance." Alify mengarahkan tangannya untuk memegang darah itu. Seperti beru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD