Pintu-pintu Pos

2131 Words

Ruangan setinggi delapan meter itu tampak mewah. Benar-benar di luar ekspektasi. Tak ada keraguan lagi yang bisa diutarakan mengenai Eliron. Dia benar-benar kaya dan tak bisa ditebak. Wajar jika orang-orang merasa sangat kehilangan semenjak dia memutuskan pergi dan menyamar menjadi seorang bapak tua penjual kopi. Anak-anak muda yang kemarin pastilah sangat malu jika tahu orang yang biasa diutangi oleh mereka adalah keturunan Kenan. Bear menuntun langkah mereka masuk ke lorong labirin. “Cahaya lampunya jauh lebih baik daripada lorong bawah tanah di LBS.” Lorong labirin ini tidak seperti terpendam di dalam tanah. Penerangannya cukup dengan tembok dan lantai beton yang mulus. Suara napas mereka ikut bergema di dalam ruangan ini. Di ujung lorong mereka dihadapkan pada sebuah pintu baja teba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD