Darke mendorong pintu di belakang meja menerima pesanan. Pintu itu hanya bilah papan kayu yang agak lapuk dan kunci selopnya berderit. Mereka tidak berekspektasi apa-apa saat pintu itu terbuka. Hanya membayangkan sebuah ruangan sempit dengan dipan keras, tanpa bantal atau guling, juga penerangan dari lampu minyak yang membuat sawang. Namun, mereka salah. Benar-benar salah. Mural bermotif gulungan daun pakis berwarna hijau muda melekat di dinding. Langit-langit setinggi lima meter membuat mereka menengadah. Ada lampu kristal di sana. Di ujung pandang mereka ada sebuah tempat tidur lebar dengan kelambu putih yang tersingkap. Ada lemari panjang berisi pakaian yang tergantung. Ada kamar mandi di sisi kanan ruangan dengan dinding kaca berstiker kelabu. Mereka terperangah, takjub, tidak bisa be

