"Satya? Di mana?" Dokter Vhir mengikuti arah pandanganku ke luar. Tapi saat itu, orang yang kupikir Satya sudah tidak ada di sana. "Eng–enggak, Vhir. Sepertinya saya salah lihat." Aku sangat yakin, orang yang kulihat tadi memang Satya, tapi siapa orang yang dia dorong di kursi roda? "Ya sudah, kita cari kado, yuk." Aku hanya mengangguk dan membiarkan Dokter Vhir kembali menggenggam tanganku saat kembali ke kasir. Lagi-lagi gadis di balik etalase terlihat beberapa kali melihat ke arah tanganku yang dimasukkan ke saku jaket dokter Vhir. "Mereka terasi banget, yah." "Iya, kelihatan banget kalo cowok itu sayang banget sama istrinya." "Kayaknya mereka masih pengantin baru, deh." "Sumpah, gue iri banget sama tuh cewek. Masih ada satu yang kayak suaminya itu nggak ya buat dijadiin jod

