Bab 22

859 Words

"Sialan! Kenapa kau lama sekali?" kesal Jeva saat melihat sosok pria yang sedari tadi di tunggu di teras rumah. "b******k! Berani sekali kau memakiku di saat aku sudah merelakan waktu berhargaku untuk datang kesini. Aku sudah berjuang untuk bisa datang kesini, kau tau sendiri kalau jalan menuju rumahmu itu..." "Berisik!" celetuk Jeva membuat Denta semakin kesal. Oh, berhadapan dengan perempuan itu bisa berpotensi menyebabkan darah tinggi dan kurang waras. Denta lebih memilih diam tak melanjutkan berdebatannya. "Maaf mengganggmu, tapi kau harus menggunakan keahlian tanganmu untuk membuka baju sahabatmu dulu sebelum menggunakan nya untuk perempuanmu," ucap Jeva dengan nada sarkasmenya. "Wuaahh. Bicaramu frontal sekali. Aku heran kenapa Daska bisa menjadikanmu tawanannya. Ck..ck..." Den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD