Jeva duduk sendirian di bangku persegi yang terletak di halaman rumah atapnya. Perempuan itu merebahkan tubuhnya hingga membentang dan menatap langit. Malam ini Langit sedang ditemani oleh jutaan bintang. Jeva tersenyum mengagumi indahnya ciptaan Tuhan malam ini. Cahaya bintang dan bulan yang tengah bersanding di Langit terlihat sangat serasi. Dering ponsel yang terletak di dekat Jeva membuat perempuan itu melirik ke samping, meraih benda persegi tersebut dan tersenyum lebar saat mendapati nama Daska menelfonnya. "Halo, Das," sapa Jeva setelah mendial gambar telfon warna hijau. "Kenapa menelfon?" tanyanya kemudian. "Kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat," keluh Daska di ujung telfon. "Menikah?" Jeva tertawa kecil sembari bangun dari rebahannya. Perempuan itu duduk dengan menyilangk

