Mobil yang dikemudikan oleh Daska berhenti di depan sebuah rumah sederhana namun di rawat dengan sangat baik. Asri dan tampak bersih. Ada banyak sekali tanaman bunga yang ditanam di halaman rumah. Di area kiri rumah terdapat kebun yang ditanami buah naga. Daska terkagum-kagum dengan lingkungan tempat Jeva yang asri. Beda sekali dengan Ibu Kota. "Das, ayo masuk! Kenapa diam di situ?" ajak Jeva saat melihat Daska hanya diam saja mengamati rumahnya. "Hah? I-iya." Dengan gugup Daska mengikuti langkah Jeva yang memasuki pekarangan rumah. Berkali-kali ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. "Assalammu'alaikum, Pak, Buk!" panggil Jeva memasuki rumah. Daska mengikuti dari belakang, berkali-kali menghembuskan nafasnya pelan. "Cah ayu!" seru Ratih dari arah dapur, sepertinya w

