Kangen

1005 Words
Keluarga Satria saat ini merasa bahagia terbebas dari masalah yang ditimbulkan Carla. Mereka bisa menjalani hari-harinya kembali seperti biasa. "Mas, anak-anak sebentar lagi bagi rapor" "Kapan?" "4 hari lagi" "Ok nanti aku bilang Tasya untuk mengosongkan jadwal. " Sarah membaringkan dirinya di atas ranjang di samping suaminya. Mereka bersiap untuk tidur. "Minggu depan kamu udah bersih kan?" "Iya." "Baguslah. Berarti rencana bulan madu kedua bisa terlaksana" "Bulan madu?" "Aku pengen ngajak kamu nginep di hotel terbaik di dunia" "Hotel Nihiwatu?" "Iya" "Yang di Sumba Barat Nusa Tenggara Timur?" "Iya nyonya" "Wow! Kamarnya kan keren banget, pemandangannya luar biasa. Aku lihat di internet. Tapi kan tarif permalamnya kan mahal banget mas." "Nggak ada yang terlalu mahal buat kamu, kita nginep di sana seminggu" "Seminggu? Lama banget mas" "Biar berhasil ngasih adik buat Ayu dan si kembar" "Kapan kita berangkat?" "Minggu depan" "Anak-anak udah libur tuh, ajak anak-anak aja sekalian" "Kalau anak-anak diajak bukan bulan madu namanya sayang. Lagian aku juga pengen bulan madu kali ini sukses nggak gagal seperti 5 tahun lalu." "Nanti anak-anak sama siapa?" "Aku sudah minta tolong mama buat jaga mereka selama kita pergi. Bastian juga mau ajak anak-anak liburan ke Malang sehari sebelum kita berangkat" "Mas Bas belum bilang sama aku" "Bastian kemarin ketemu aku dia mau ajak anak-anaknya liburan ke Malang sekaligus sama Ayu Hana dan Hanif. Sekalian aja aku sampaikan rencana bulan madu kedua kita." ♥♥♥ Smartphone Darius berbunyi. Sebuah panggilan video call dengan nomer sambungan Internasional terlihat dilayar. Darius menyentuh layar smartphone nya. Terpampanglah wajah Arjuna. "Darius apa kabar lo?" "Gue baik. Tumben lo telpon. Om sama tante gimana kabarnya?" "Baik. Om sama tante lo tanyain. Gue nggak lo tanyain" "Lo pasti baik lah kan keliatan di hape gue" "Darius, liat ke lapangan dah ada anak-anak Om Satria nggak?" "Bentar-bentar" Darius berjalan ke arah jendela lalu melihat ke arah lapangan. "Ada ada. Si kembar kan sama kakaknya yang cewe." "Gue mau ngomong sama mereka. Tolong kasih hape lo ke mereka!" "Mau ngapain lo ngomong sama mereka?" "Kepo lo. Udah kesana aja!" "Bilang dulu alesannya." "Kalo lo nggak mau bantu gue, gue bilangin tante Winda kalo lo pernah nonton film bokep." "Ah... lo bisanya ngancem" "Buruan!" "Iya-iya" Darius keluar dari rumahnya lalu berjalan ke arah lapangan. "Woi kalian anak-anaknya Om Satria ya? Ada yang mau ngomong nih." Hana dan Hanif yang mendengar Darius langsung mendekati Darius. Darius memberikan hapenya pada Hanif. "Kak Juna!" Hana dan Hanif teriak gembira. Ayu yang mendengar nama Arjuna disebut segera ikut bergabung. "Hana Hanif kalian kabarnya gimana?" "Baik kak" "Kak Juna Hana kangen, nggak ada yang ajalin Hana maen basket lagi" "Hanif juga kangen kak" "Kak Juna juga kangen kalian. Hanif bisa minta tolong nggak?" "Bisa kak" "Hapenya tolong kasih ke kak Ayu dong." "Iya kak" Hanif menyerahkan hape Darius kepada Ayu. "Hai Ayu" suara Juna menjadi lebih lembut. "Hai kak" "Sekarang Ayu naik kelas 6 ya?" "Iya kak" "Selamat ya udah naik kelas" "Makasih" "Yu... Ayu" "Iya kak" "I miss you!" Ayu tersipu mendengar ucapan Arjuna. Tiba-tiba layar hape Darius padam. "Yaa... batereinya habis." Ayu mengembalikan hape itu pada Darius. "Lo cewenya kakak sepupu gue ya?" "Bukan" "Nggak mungkin dia video call jauh-jauh dari Kanada kalau kalian nggak ada hubungan apa-apa." "Nggak kok saya dan kak Juna nggak pacaran" "Gue denger tadi dia bilang I miss you. Berarti lo tuh cewe yang selama ini dia sebut sebagai someone special." Ayu hanya terdiam mendengar penuturan Darius. Dalam benaknya ia bertanya benarkah ia seseorang yang istimewa bagi Arjuna? ♥♥♥ Sarah terpukau begitu melihat kamar mereka. Dari kamarnya pemandangan pantai yang sangat indah terhampar. "Masya Allah indah banget, makasih mas" Sarah mengalungkan lengannya di leher Satria. "Suka?" "Sukaaaa banget" "Aku juga suka... kamu" "Ih mas receh banget" "Aku ralat deh bukan suka tapi cinta." "Mas" Sarah menatap suaminya. "Hm" Satria menatap balik istrinya. Mereka saling bertatapan. "I love you" Cup! Sarah mencium suaminya. Tentu saja Satria tidak akan menyianyiakan momen ini ia membalasnya dengan lebih dalam. Pagi hari setelah sepasang suami istri itu menyelesaikan "olahraga" paginya. Mereka berjalan-jalan di pinggir pantai. "Mas aku kangen anak-anak" "Sayang, kita baru satu malam di sini kamu udah kangen anak-anak?" "Iya, nggak ada anak-anak rasanya sepi." "Kalau nggak ada aku?" "Sepi juga.. pake banget" Satria terkekeh mendengar ucapan istrinya. Lalu mengusap kepala istrinya. "Yaudah nanti kita telpon mereka. Sekarang kita nikmati momen berdua aja dulu." Mereka berdua berjalan menyusuri pantai sambil berpegangan tangan. Menikmati halusnya pasir di telapak kaki dan sesekali ombak menerpa. Satria dan Sarah bermain air di pinggir pantai. Saling menyiram, saling tertawa, berkejaran lalu berpelukan. Air pantai membasahi baju keduanya. Matahari kian tinggi, mereka segera kembali menuju kamar. Satria menggendong Sarah di punggungnya. "Assalamualaikum kidz!" Satria melambaikan tangan kanannya di depan ponselnya. Tangan kirinya memeluk sang istri dari belakang. Sarah memegang ponsel dengan tangan kirinya. "Waalaikum salam daddy ibu!" Ayu dan si kembar menjawab bersamaan. "Gimana liburan kalian?" "Selu bu, kita jalan-jalan ke museum. Museum apa tuh?" Hanif menjawab. "Museum angkut" kata Ayu "Iya itu, ke kebun binatang juga" "Daddy sama ibu kok bajunya basah?" "Daddy sama ibu habis jalan-jalan di pantai" "Daddy sama ibu culang. Hana ndak diajak ke pantai" "Insya Allah nanti liburan berikutnya daddy ajak kalian ke sini" "Yeay ke pantai!" "Kalian mau oleh-oleh apa?" "Hana mau pasil daddy yang banyak buat bikin castle di lumah" "Hanif mau kelang buat ditempel di kamal" "Ayu mau apa?" Sarah bertanya. "Ayu mau... daddy sama ibu pulang dengan selamat. Ayu kangen ibu sama daddy." "Sayang, insya Allah kita ketemu lagi dalam 6 hari ya. Ibu sama daddy di sini juga kangen kalian." "Udah dulu ya, daddy sama ibu mau mandi. Bye!" Satria menyudahi percakapan lewat video call dengan anak-anaknya karena melihat istrinya menahan air mata. "Bye daddy, bye ibu" Sarah menangis begitu sambungan terputus. Satria memeluk istrinya. "Hei.. honey. Mereka baik-baik aja. Mereka senang kok." "Aku kangen mereka mas" "Sayang, kita baru berpisah sama mereka 2 hari. Nanti akan tiba saatnya mereka tinggal jauh dari kita. Anggap aja sekarang ini latihan." "Iya mas" Satria mengecup kening istrinya. "Sekarang mandi yuk! Mau mas mandiin?" ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD