"Apa saja yang kamu bicarakan dengan Raka tadi?" tanya Zefanya kepada Nathan. Keduanya kini sedang berada di dalam taksi untuk kembali ke rumah sakit mengantarkan Zefanya. Sudah lima menit taksi berjalan, tetapi tidak ada obrolan apa pun yang menyertai mereka. Nathan menoleh singkat kepada Zefanya, lalu tersenyum tipis. "Tidak ada," jawab pria itu lugas. "Aku hanya meminta maaf. Aku memiliki banyak sekali kesalahan yang mungkin melukai Raka dengan atau tanpa aku sadari." Zefanya mengerutkan kening. "Lalu?" tanyanya lagi. Tidak percaya jika hanya itu saja yang mereka bicarakan. Nathan mengangkat bahunya. "Aku juga berterima kasih pada Raka karena dia selalu menjaga kamu di saat aku justru hilang dan membuatmu terluka. Dia benar-benar Buddha," kata Nathan lagi. Kali ini, ucapannya membua

