122. Orang Tak Terpilih

1438 Words

Katya meremas erat kunci mobil yang Nathan berikan padanya. Tangis yang tak Katya sadari sudah terjadi sejak dua jam lalu masih saja tak henti untuk mengalir, seolah air matanya tidak pernah kering. Dadanya sudah mulai sesak. Napasnya seakan mulai tak stabil. Katya mengangkat wajah dan menyadari bahwa semburat jingga di atas langit sudah berganti menjadi hitam. Suhu udara perlahan menurun. Rupanya hari sudah menjelang malam. Wanita itu mengambil benda pipih dari dalam tas kecil miliknya. Dengan tangan yang gemetar, entah karena dia kelelahan atau kedinginan, Katya menggulir layar ponselnya untuk menemukan kontak yang dia cari. Lantas langsung mendial kontak tersebut begitu dia menemukannya. Deringan pertama, deringan kedua, deringan ketiga, deringan keempat, sampai akhirnya suara operat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD