Katya duduk diam di atas brankar rumah sakit, sementara perawat sedang membalut luka di tangannya. Pikiran perempuan itu amatlah kosong. Semua hanya stuck pada kalimat saat Nathan membicarakan soal Zefanya. Zefanya. Zefanya. Zefanya. Katya tidak tahu, mengapa sulit sekali mengusir Zefanya dari pikiran Nathan. Apakah Nathan segila itu pada wanita yang bahkan telah menjalin hubungan dengan sepupunya sendiri? Sial. Katya lupa dengan kondisi dirinya sendiri. Dia hampir lupa, bahwa dirinya juga sama menyedihkan seperti Nathan. Mencintai orang yang tidak pernah melihat ke arah kita. Memperjuangkan orang yang sama sekali tidak ingin diperjuangkan. "Bagaimana bisa kamu terluka, Katya?" Katya berkedip. Dia menoleh ke sisi kanan di mana Nathan duduk sambil memperhatikan dirinya. Wanita itu men

