Zefanya tengah menjemur pakaian anak-anak yang dia cuci di halaman belakang. Sesekali menanggapi anak yang berlarian ke sekitar dan menyapa dirinya. Setiap kali menatap mereka, membuat Zefanya mengingat masa kecilnya yang menyenangkan. Masa kecil yang dipenuhi oleh tawa dan kebahagiaan yang tercipta. Keluarganya selalu ada, lengkap, dan tak kekurangan. Dia duduk di gazebo begitu pekerjaannya selesai. Semakin usia kehamilannya bertambah, Zefanya merasa semakin cepat lelah. Tatapannya tertuju pada langit pagi yang cerah. Dan tiba-tiba saja, dia ingat dengan perkataan ayahnya tempo hari. Zefanya merasa amat bersalah karena dia tetap kukuh pergi. Namun di sisi lain, dia juga tidak siap untuk terus berada di sana. Rasanya sesak setiap kali Zefanya harus mengingat kedua orang yang sebelumnya p

