Zefanya duduk di halaman depan usai menidurkan Azmi yang tadi terlelap di gendongannya. Perempuan itu menatap langit yang tampak indah dengan semburat jingga di sudut cakrawala. Sementara itu, Ambu Asma baru saja datang dengan sebuah nampan berisi teh hangat dan juga satu toples biskuit gandum. “Tampaknya kamu sudah berhasil mendapatkan hati Azmi dengan waktu yang cukup singkat,” tutur Ambu Asma, tersenyum dengan hangat pada Zefanya. Wanita itu meletakkan nampan yang dia bawa ke tengah-tengah antara ia dan Zefanya. Zefanya membalas senyum Ambu Asma singkat. “Ya, begitulah,” katanya. Ambu Asma menyodorkan teh tawar hangat yang dia bawa, yang lekas Zefanya terima dengan sangat sopan. “Teh tawar akan mengurangi rasa mual,” kata Ambu. Tiba-tiba saja, Zefanya menoleh dan menatap Ambu Asma de

