91. Penerimaan

1736 Words

Zefanya tersenyum kecil melihat sebuah es krim yang ia genggam. Beberapa saat lalu, dia baru saja merecoki Haikal via telepon, bertanya mengenai makanan apa yang Azmi suka. Pasalnya, melihat wajah murung gadis kecil itu membuat Zefanya merasa tidak nyaman. Ia merasa seperti harus menghibur anak tersebut, apa pun caranya. Anak kecil suka es krim. Ya, Zefanya tahu hal itu. Namun, dia harus memastikan pada Haikal es krim apa yang Azmi sukai. Dia tidak mau sampai salah memilih. Yang ada, bukannya ia menghibur Azmi, justru malah membuat anak tersebut bete. “Halo, Azmi. Sedang apa?” Zefanya menyapa hangat anak dalam balutan short dress sederhana berwarna latte tersebut. Azmi yang tengah duduk diam sambil memainkan tali gaunnya dan menggoyang-goyangkan kaki di kursi hanya melirik Zefanya singk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD