114. Lelah Berduka

1895 Words

Nathan berdiri geming di sana. Beberapa meter dari tempat Zefanya berdiri dengan bibinya, Laura. Pria itu merasakan sengatan listrik menyakiti hati. Mengapa luka tidak pernah absen hadir di hidup Zefanya? Mengapa dunia seakan tidak bisa membiarkan Zefanya bernapas lega sejenak saja? Dirinya, Raka, keluarga Wifesa, kepergian adiknya, kepergian ibunya, dan kini masalah ayahnya, semua hal itu datang bertubi-tubi menerpa Zefanya. Belakangan Nathan mempertanyakan, bagaimana bisa tubuh mungil Zefanya menanggung semua kesakitan itu sendiri? Nathan berjalan saat melihat Zefanya melaju masuk ke dalam ruangan ayahnya, sementara Laura berdiri menunggu di depan pintu. Laura tampak menoleh dan mengernyit saat melihat kehadiran Nathan di sana. "Kamu ...." "Ssst!" Nathan meletakkan telunjuk di depan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD