115. Bingkisan Tanpa Pengirim

2225 Words

Zefanya membuka mata saat pagi datang. Sinar mentari tampak malu-malu mengintip di antara tirai putih jendela. Zefanya merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena tertidur dengan posisi meringkuk di lantai yang hanya dialasi oleh sebuah karpet. Perempuan itu melirik ke sekitar. Ruangan masih sangat sepi, tetapi di luar sana mulai terdengar aktivitas para staff rumah sakit. Zefanya bangun dan melihat ayahnya masih terlelap. Begitu pun dengan pasien lain yang satu kamar dengannya. Memang ayah Zefanya ditempatkan di ruangan yang biasa. Satu ruangan diisi oleh empat brankar. Tiga brankar sudah terisi, termasuk oleh ayahnya. Sementara satu brankar tersisa ditiduri oleh seorang wanita dan juga anaknya yang baru berusia empat tahun, salah seorang wali dari pasien yang masih cukup muda. Tampaknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD