Zefanya pergi ke depan untuk menjemput Cherry dan Haikal yang katanya datang untuk menjenguk ayah Zefanya hari ini. Perempuan itu berdiri di dekat lift untuk menjemput mereka. Tak butuh waktu lama, sekitar dua menit sejak dia tiba, pintu lift akhirnya terbuka. Beberapa perawat dan orang asing keluar dari sana. Sampai akhirnya, di paling akhir, tampak sosok mungil Cherry dan Haikal. "Zefanyaaaa!" lengkingan suara Cherry langsung menyapa. Zefanya tersenyum lebar menyapa sahabatnya itu. "Cherry, astaga!" Cherry langsung memeluk Zefanya penuh kerinduan. Beberapa hari ini, mereka memang tidak bertemu karena Cherry pergi untuk menemui pacarnya. "Bagaimana keadaanmu dan calon keponakanku?" tanya Cherry sambil melerai pelukan dan melirik pada perut Zefanya. Di sana sudah mulai buncit, tetapi

