Zefanya nyaris saja berjalan pergi tanpa menghiraukan ucapan Jinny sebab hal itu hanya akan membuat semuanya semakin runyam. Namun tiba-tiba, seseorang datang dan memeluk bahunya, menghentikan Zefanya. Pria itu membalikkan kembali tubuh Zefanya hingga menghadap Jinny lagi. “Lalu apa hak kamu mengatakan semua hal itu di depan umum, Nona Jinny?” tanya pria itu. Jinny seketika membulatkan mata melihat seseorang yang kini berdiri di samping Zefanya dengan posesif. Pun dengan Zefanya yang tubuhnya seketika membeku tanpa bisa berkutik sedikit pun. “Aku juga manusia. Aku memiliki hati dan pikiran serta memiliki hak untuk memilih,” ucap pria itu tenang. “Aku seorang pria yang sudah dewasa, terutama aku adalah seorang CEO. Apakah masuk akal jika aku membatalkan sebuah acara paling besar dalam hi

