“Daniiiii? Ya ampuuuun? Temenmu itu Daaaaniii?” wanita paruh baya yang merupakan seorang desainer ternama itu, sangat terkejut begitu melihat sosok Dani di belakang Panji. Namun keterkejutannya itu berubah menjadi rasa senang, berharap Dani bukan sekadar teman semata bagi pemuda yang sudah dianggap anak olehnya itu. “Eh tunggu-tunggu… Teman atau temen niihh….?” ucap Tante Vonnie sambil menekankan kata teman diikuti tatapan meneliti nan menginvestigasi, yang terpancar dari indra penglihat Tante Vonnie. Membuat Panji salah tingkah. Perempuan paruh baya itu sampai harus memicingkan matanya, saat menarik Sekar ke dalam pelukannya. “Bisa dibilang saya pacarnya Panji Tante!” ucap Sekar santai sambil menyambut pelukan Tane Vonnie. Kemudian menyerahkan pipi kanan dan kirinya, untuk menempel de

