44. Rintangan Selanjutnya

1411 Words

Pelukan Raffa masih terasa. Aroma tubuhnya masih tercium. Hangat sentuhannya juga masih membekas di kulit Snow. Nyaman sekali. Rasanya seperti Snow akan betah berlama-lama berada dalam posisi seperti ini. Kalau boleh meminta, Snow ingin terus berada di dalam rengkuhan Raffa selamanya. Tak ingin lepas. Sialnya, seiring detik berlalu, keberadaan Raffa menjadi semakin samar. Sosok yang semula terasa nyata, perlahan menghilang hingga Snow yakin betul kalau Raffa tak lagi mendekapnya. "Raff," lirih Snow pelan. Tubuhnya nyeri, pegal, dan hampir semuanya terasa kebas. Rasanya masih sangat lemas. Bahkan, satu-satunya anggota tubuh yang saat ini berhasil Snow gerakkan hanyalah jemari tangan. Kalau boleh Snow akui, seluruh tubuhnya seperti sedang meneriakkan kata sakit. Walau begitu, Snow tetap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD