"Raff, kamu nggak tidur?" tanya Snow. Ini sudah lewat tengah malam. Snow sempat tak sengaja tertidur di kamar yang disediakan untuk Gio. Saat sedang membacakan buku cerita, Snow ikut terlelap di sebelah anaknya. Namun, ketika kini Snow masuk connecting door yang menuju ke arah kamar Raffa, lelaki itu justru masih duduk di sofa dengan sebatang rokok di tangan kanan. Wajah lelaki itu tampak kusut. Bagian bawah matanya menghitam. Raffa juga terlihat lesu walau bibirnya mencoba melempar sebuah senyum. Entah apa yang kini terjadi pada Raffa. Snow hampir tak pernah diizinkan untuk membaca pikirannya. Namun, ada satu hal yang kini jelas terlihat. Raffa pasti sedang tidak baik-baik saja. "Raff, kamu nggak papa? Ada sesuatu?" Raffa menggeleng dan tersenyum. "Nggak papa." "Jujur, Raff. Kenapa?

